Showing posts with label C. Show all posts
Showing posts with label C. Show all posts

Friday, 7 March 2014

Cinta Tanah Air : 10 Keunggulan Alam Indonesia





  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.Indonesia memiliki
  2. 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2)
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  4. Indonesis merupakan negera dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut
  5. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  6. Indonesia memiliki Terumbu Karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18% dari total dunia) dan memiliki species ikan hiu terbanyak di dunia (150 species).
  7. Indonesia menempati peringkat pertama dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta peringkat kedua dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  8. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  9. Indonesia memiliki biodiversity Anggrek terbesar didunia yaitu sekitar 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  10. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan oleh air laut atau abrasi pantai.


Lihat entry/topik terkait :


Sumber :
http:// andilg.wordpress.com

Sifat :
materi rintisan

Cinta Tanah Air : Keunggulan-keunggulan Indonesia



  1. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 750 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  2. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  3. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  4. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850). INI SALAH SATU DARI 7 KEAJAIBAN DUNIA.
  5. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  6. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  7. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  8. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  9. Punya Lautan Luas. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. Di kelilingi dua samudra yaitu Pasifik dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.
  10. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 juta jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  11. Di Singapura, gamelan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.
  12. Indonesia adalah Negara yang berhasil meluncurkan Roket (Kartika) kedua di Asia setelah Jepang.
  13. Tiga jenis kopi andalan Starbucks di Seattle, AS, adalah : Sumatera, Java Mocha dan Toraja Coffee. Ketiga jenis kopi ini dipajang di etalase paling depan.
  14. Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia. Masjid Istiqlal, atau Masjid Kemerdekaan di Jakarta, Indonesia merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dalam hal kapasitas untuk menampung orang-orang. Namun dalam hal struktur bangunan dan luas tanah, Istiqlal merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Masjid nasional di Indonesia dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa syukur atas berkat rahmat Allah; kemerdekaan Indonesia tercapai. Oleh karena itu masjid nasional di Indonesia ini bernama "Istiqlal", sebuah kata dalam bahasa Arab untuk "Kemerdekaan".
  15. Indonesia memiliki 3 pulau terbesar di dunia, Papua and New Guinea(421.981 km2), Borneo (Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), dan Sumatera (473.606 km2)
  16. Danau Vulkanik terluas di dunia adalah danau Toba ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
  17. Danau lumpur terbesar vulkanis adalah Danau lumpur yang berada di kecamatan Porong Jawa Timur terbentuk sejak Mei 2006 setelah upaya pemboran yang gagal
  18. Puncak Jaya atau Cartenz Pyramid 4,884 m (16,024 ft) di Papua adalah titik puncak tertinggi dari semua pulau-pulau (non kontinen atau non benua) di dunia.
  19. Keanakearagaman hayati (biodiversity) di Indonesia adalah nomor dua terbanyak setelah Brazilia, Luas ekosistem terumbu karang Indonesia adalah yang terluas dengan yang diperkirakan mencapai 75.000 km2 atau 17% dari luas terumbu karang dunia. Di Indonesia terdapat 2,500 spesies hewan lunak laut (marine molusca), 2,000 spesies udang-udangan (krustasea), 82 genera dengan sekitar 590 spesies karang scleractinian, 6 spesies penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut atau 26% spesies Ikan laut di Dunia. Daratan, meskipun cakupannya hanya 1,3 persen dari permukaan daratan planet bumi, Indonesia memiliki, spesies 12% dari mamalia dunia, reptil dan ampibi 16% dari reptile dunia.
  20. Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, Indonesia menempati peringkat teratas di dunia untuk keanekaragaman terbesar palem (palmaceae) di dunia, peringkat teratas di dunia untuk keanekaragaman terbesar meranti-merantian (dipterocarpus) di dunia lebih dengan lebih dari 400 spesies. Total spesies paku atau pakis yang diketahui hampir 10.000, diperkirakan 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia. Lebih dari 82% dari 92 genera and 5,000 spesies bambu ada di Indonesia.
  21. Indonesia adalah peringkat pertama di dunia untuk kekayaan spesies mamalia dengan 646 jenis mamalia (12% dari mamalia dunia) 36% di antaranya adalah endemik. Juga menempati peringkat pertama juga untuk kupu-kupu Swallowtail, total 121 spesies telah diidentifikasi dan 44 persen adalah endemik. peringkat ketiga untuk reptil yang lebih dari 600 spesies, peringkat keempat untuk burung dengan 1.603 spesies 28% endemik (17% spesies burung di dunia), peringkat kelima untuk hewan amfibi (270 spesies), dan peringkat ketujuh untuk tumbuhan berbunga (spermatophyte) dengan sekitar 25.000 spesies tanaman berbunga (10% spesies didunia).
  22. Indonesia memiliki 667 spesies mamalia, 36 % di antaranya adalah endemik. Termasuk Paus Biru (Balaenoptera musculus) yang merupakan mamalia terbesar yang juga berseliweran di perairan dalam Indonesia.
  23. Kuda laut terkecil didunia adalah Satomi pygmy (Hippocampus satomiae) sebesar 13mm yang ada di perairan Pulau Derawan, Kalimantan Timur.
  24. Memiliki spesies hiu terbanyak, sekitar 150 spesies, termasuk Hiu paus, whale shark atau hiu geger lintang (Rhincodon typus) yang dinobatkan menjadi ikan terbesar dunia, dengan panjang 65 meter dan berat sampai sekitar 37.000kg.
  25. Terkaya akan penyu laut, 6 dari 7 jenis ditemukan di perairan Indonesia: Penyu sisik; (Eretmochelys imbricata), Penyu hijau (Chelonia myda)Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) Penyu pipih (Natator depressus)Penyu tempayan (Caretta caretta).
  26. Bahkan 70% spesies rotan dunia ada di indonesia, angkanya mencapai 356 dari 600 spesies rotan dunia tumbuh di habitat hutan hujan tropis Indonesia.
  27. Perairan Raja Ampat, Papua Barat, merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia karena teridentifikasi paling banyak memiliki 1.352 spesies ikan karang dan biota laut lebih kaya dari wilayah perariran lain di dunia.(Mark V Erdmann Ph.D).
  28. Perairan Teluk Cendrawasih di Papua Barat juga merupakan kawasan perairan dengan tingkat perariran endemis (khas daerah setempat) tertinggi di dunia dengan 20 jenis ikan karang yang endemis (Mark V Erdmann Ph.D).
  29. Kopi terenak, termahal sekaligus teraneh adalah kopi luwak, yup kopi dari pup-nya luwak (Paradoxurus hermaphroditus) Cuma di jawa dan sumatera Indonesia.
  30. Punya Cadangan Gas Alam Terbesar Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA ! Tepatnya di Blok Natuna.Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll.
  31. Punya Hutan Tropis Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. Hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.
  32. PT. PAL sukses membuat salah satu kapal terbaik di dunia "Star 50" berbobot 50,000 ton. Salah satu Negara yang memesan kapal ini adalah Singapura.
  33. Bunga nasional Korea Utara yang amat popular Kimilsungia berasal dari Indonesia dan diberi nama oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

Lihat entry/topik terkait :



Sumber :
 http:// indonesiakuberseri.blogspot.com/


Sifat :
Materi rintisan


Saturday, 13 April 2013

Creative Thinking : Metode Membina Pramuka Menjadi Pribadi Yang Kreatif



Pengantar
  •  Sebuah penelitian global yang dilaksanakan di  25 negara  menemukan data ternyata penduduk yang memilih menjadi kreatif mencapai 57%  sedangkan yang memimilih menjadi pintar hanya sebesar 43%. Data ini menunjukan menjadi pribadi yang kreatif ternyata  lebih didambakan oleh  banyak manusia dibandingkan menjadi pribadi  yang pintar.
  • Pendidikan Kepramukaan memberikan perhatian mendalam terhadap upaya pembentukan  pribadi-pribadi yang kreatif. Sifat  pendidikan kepramukaan yang mengutamakan pendidikan di alam bebas,  memberi ruang kebebasan berpartisipasi dan berkreasi,  mengutamakan terciptanya lingkungan pendidikan yang menyenangkan serta mengembangkan pendidikan berbasis kelompok/beregu merupakan sifat-sifat pendidikan yang mengarah pada pembentukan sikap kreatif peserta didik. 

Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif
Prof. Dr. Mustaji, M.Pd Dosen Program Studi Teknologi Pendikan Universitas Negeri Surabaya menjelaskan perbedaan antara berpikir kritis dan berpikir kreatif  (www.asca.tp.ac.id) sbb :
  • Berpikir kristis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Berikut adalah contoh-contoh kemampuan berpikir kritis, misalnya (1) membanding dan membedakan, (2) membuat kategori, (2) meneliti bagian-bagian kecil dan keseluruhan, (3) menerangkan sebab, (4) membuat sekuen / urutan, (5) menentukan sumber yang dipercayai, dan (6) membuat ramalan.
  • Berpikir kreatif adalah berpikir secara konsisten dan terus menerus menghasilkan sesuatu yang kreatif/orisinil sesuai dengan keperluan. Penelitian Brookfield (1987) menunjukkan bahwa orang yang kreatif biasanya (1) sering menolak teknik yang standar dalam menyelesaikan masalah, (2) mempunyai ketertarikan yang luas dalam masalah yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan dirinya, (3) mampu memandang suatu masalah dari berbagai perspektif, (4) cenderung menatap dunia secara relatif dan kontekstual, bukannya secara universal atau absolut, (5) biasanya melakukan pendekatan trial and error dalam menyelesaikan permasalahan yang memberikan alternatif, berorientasi ke depan dan bersikap optimis dalam menghadapi perubahan demi suatu kemajuan. Marzano (1988) mengatakan bahwa untuk menjadi kreatif seseorang harus: (1) bekerja di ujung kompetensi bukan ditengahnya, (2) tinjau ulang ide, (3) melakukan sesuatu karena dorongan internela dan bukan karena dorongan eksternal, (4) pola pikir divergen/ menyebar, (5) pola pikir lateral/imajinatif.



Makna Kreativitas 
Kreativitas adalah proses mental yang berupa kemampuan memunculkan gagasan, pemikiran atau konsep baru. Konsep baru tersebut baik  konsep yang baru sama sekali, konsep yang masih ada hubungannya dengan  konsep lama yang sudah ada maupun  pengembangan dari konsep-konsep yang sudah ada. Dengan kata lain kreativitas merupakan proses "penemuan & pengembangan  sesuatu"  yang sebelumnya sudah ada maupun  tidak ada baik dalam ujud produk, proses atau pikiran.

Dengan kata lain kreativitas tidak selalu menghasilkan produk konkret tetapi bisa juga dalam bentuk ide, konsep maupun proses. Kreativitas sangat penting untuk menyiasati segala keterbatasan yang dimiliki umat manusia terutama dalam ranka membantu  memecahkan masalah pada berbagai aspek kehidupan, sekaligus menghasilkan peluang atau karya baru untuk memudahkan kehidupan kita.

Pada tataran teknis, kreatifitas juga dimaknai sebagai cara mengapresiasikan terhadap suatu masalah dan upaya mencari jalan keluarnya dengan menggunakan seluruh kemampuan daya cipta manusia seperti pikiran, imajinasi, feeling, ketrampilan berkarya dan sifat tidak kenal menyerah. Kreatif adalah sebuah kata sifat untuk menggambarkan proses penciptaan/penemuan  baik itu produk, konsep maupun proses. Penciptaan/penemuan baru tersebut  bisa  menjadi jalan keluar memecahkan masalah baik bagi diri sendiri maupun orang banyak untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Creative Thinking
Creative Thinking atau berpikir kreatif  merupakan proses berpikir & berimajinasi untuk menghasilkan kreativitas. Menurut Haris (1998) dalam artikelnya tentang pengantar berpikir kreatif menyatakan bahwa indikator orang berpikir kreatif itu meliputi: (1) Ingin tahu, (2) mencari masalah, (3) menikmati tantangan, (4) optimis, (5) mampu membedakan penilaian, (6) nyaman dengan imajinasi, (7) melihat masalah sebagai peluang, (8) melihat masalah sebagai hal yang menarik, (8) masalah dapat diterima secara emosional, (9) menantang anggapan/ praduga, dan (10) tidak mudah menyerah, berusaha keras.  (www.asca.tp.ac.id).

Dalam kehidupan sehari-hari manusia pada dasarnya selalu dituntut untuk bertindak kreatif karena dituntut untuk terus-menerus  mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapai, menemukan hal-hal baru, mengubah ide-ide lama dalam kehidupan yang sudah tidak relevan dan datangnya tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi sebagai akibat peruahan lingkungan kehidupan. Sebagian manusia ada yang mampu melakukannya secara optimal sehingga mampu  mengubah kehidupan diri sendiri dan kemudian mengubah kehidupan dunia, sebagian lagi ada yang bersifat pasif dan lebih suka menikmati hasil-hasil perubahan/kreativitas yang dihasilkan oleh orang lain.

Para kreator dan inovator adalah manusia-manusia yang produktif dan pengubah dunia atau sering disebut dengan trendseter sedangkpan para pasifis (orang yang pasif) adalah manusia-manusia konsumtif dan tidak produktif atau sering disebut follower (pengikut). Pendidikan Kepramukaan sejatinya memfasilitasi untuk lahirnya pribadi-pribadi yang kreatif, pribadi-pribadi yang mampu menjadi trendseter dimanapun ia berada.
 
Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan (baca latihan pramuka - pen) yang memungkinkan untuk mengembangkan proses berpkir dan bertindak kreatif adalah :
  • Arahkan peserta didik untuk mampu memikirkan dan menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya baik dalam bentuk produk, konsep maupun proses.
  • Arahkan peserta didik menciptakan sesuatu yang ada berdasarkan apa yang telah ada di tempat lain namun belum disadari keberadaannya ditempat yang sekarang.
  • Arahkan peserta didik untuk menciptakan sebuah proses baru dalam  melakukan sesuatu (baca : proses cepat mencuci pakain hemat detergen, proses mudah mendirikan tenda, proses cepat memasak di perkemahan, dll - pen)
  • Arahkan peserta didik untuk mampu menerapkan ulang proses (mendur ulang proses) yang telah ada/diciptakan orang lain untuk kepentingan atau untuk menciptakan produk yang berbeda.
  • Arahkan peserta didik untuk mengembangkan cara baru untuk memperbaiki cara lama yag tidak lagi up to date 
  • Arahkan peserta didik untuk mampu mengubah cara orang lain memandang sesuatu (misalnya : sampah dari hal yang kotor menjadi hal yang bernilai ekonomi, dsb).

Metode Pelatihan Creative Thinking

Metode DO IT 
DO IT adalah singkatan yang terdiri dari  D : Define Problem, O : Open minda and apply creative,  I : Identify best solution, T : Transform : mengubah. Langkah-langkah metode DO IT sbb :
  • Define problem/tentukan masalah : Pada tahap ini  diterapkan sejumlah teknik untuk mengajukan dan  merumuskan pertanyaan yang tepat.
  • Buka Pikiran: Tahap ini adalah tahap  menerapkan teknik-teknik kreativitas untuk menghasilkan jawaban sebanyak mungkin atas pertanyaan yang telah dipilih dan dirumuskan.  Pada tahap ini jawaban dikumpulkan saja dan tidak dilakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif jawaban yang ada..
  • Mengidentifikasi solusi terbaik: Tahap memilih dan menentukan solusi terbaik  dengan melakukan evaluasi kritis, kreatif dan inovati terhadap sejumlah jawaban yang ada. Jika mengalami kesulitan dalam memilih ide-ide makan dapat menggunakan teknik-teknik formal untuk membantu.
  • Transformasi: Tahap terakhir adalah untuk membuat rencana aksi (program kera) untuk implementasi dan melaksanakan solusi yang telah dipilih. Tanpa implementasi, maka kreativitas yang telah ditemukan tidak akan ada guna dan artinya.

Brainstorming
Brainstorming merupakan  proses untuk menghasilkan ide-ide baru, dengan melakukan mengatur pembicaraan kelompok yang dapat mendorong dan memicu dari ide-ide baru yang tidak akan terjadi dalam keadaan normal. Beberapa aturan brainstorming yang harus diperhatikan :
  • Tanpa judgment dan kritik. 
  • Selama tahap pertama dari sesi brainstorming ide-ide yang ada tidak dilakukan dievaluasi dengan cara apapun.
  • Ada ide yang aneh , biarkana saja.
  • Yang diutamakan adalah kuantitas (banyaknya ide)  bukan kualitas (bukan baik dan tidaknya ide).
  • Beri kesempatan untuk membangun dari ide yang diajukan oleh orang lain.
  • Melakukan mutasi dan kombinasi, yaitu memodifikasi ide-ide yang ada dan berusaha untuk membangun ide-ide baru dari kombinasi yang sudah ada.

Edison’s Idea File
Edison Idea File adalah metode dengan melatih kemampuan  melacak ide-ide yang baik yang dapat  jumpai kemudian ditulis dan disimpan di tempat yang mudah ditemukan jika sewaktuwaktu membutuhkan.   Semua ide dianggap sebagai tangan kedua, berharga dan  sadar atau tidak sadar diambil dari berbagai sumber,  digunakan oleh orang kreatif dan telah memberikan kebanggaan dan kepuasan bagi para kreatornya.

Lateral thinking/Berpikir Lateral
Lateral Thinking adalah metode yang melatih peserta didik agar mampu mencari untuk memecahkan masalah dengan metode tidak ortodoks atau metode yang tampaknya tidak logis. Otak manusia   merupakan “pattern recognition systems/sistem yang menggambarkan pengenalan pola”, yang membantu manusia  untuk dapat  mengevaluasi lingkungannya dengan respon yang sesuai.  Pola ini ternyata telah menjadikan manusia dalam berpikir terjebak dengan pola-pola yang telah dikenalinya. Hal inilah yang  menghambat kemampuan manusia  untuk menghasilkan ide-ide baru. Berpikir lateral adalah meyode untuk melatih peserta didik berusaha  keluar dari pola otak tersebut.

Berpikir lateral dapat dipelajari, dan Dr de Bono telah menciptakan beberapa teknik untuk membantu anda menerapkan berpikir lateral untuk memecahkan masalah Berpikir lateral adalah istilah yang diciptakan oleh Edward de Bono dalam buku nya “New Think : The Use of Lateral Thinking yang diterbitkan pada tahun 1967

Contoh sederhana aplikasi berpikir lateral : Bisakan anda menghubungkan sembilan titik-titik dengan menggunakan 4 garis lurus, tanpa mengangkat pensil anda dari kertas dan tanpa menapak ada garis? Secara psikologi banyak yang berspekulasi bahwa sembilan-titik masalah adalah sulit karena orang orang sangat didominasi oleh persepsi persegi bahwa mereka tidak “melihat” kemungkinan memperluas garis luar persegi yang dibentuk oleh titik-titik.

 

The Lotus Blossom Approach
The Lotus Blossom Approach bekerja sebagai berikut: Jelaskan masalah yang dihadapi dan menuliskannya pada kartu dan menempatkannya di tengah-tengah suatu area kerja yang besar. Gunakan alat lainnya untuk membuat ide-ide untuk menghasilkan satu set ide-ide tentang cara untuk memecahkan masalah. Tulis setiap gagasan pada kartu tadi sekitar deskripsi masalah. Ini adalah lapisan pertama dari The Lotus Blossom tadi.

Buat salinan dari masing-masing kartu ide dan menempatkan mereka lebih jauh dari lapisan pertama. Sekarang mengelilingi masing-masing kartu ide disalin dengan ide-ide sekunder , ingat hanya menggunakan kartu ide disalin sebagai rangsangan. Hal ini harus menghasilkan ide-ide yang lebih lanjut dari masalah asli. Dengan melihat-lihat banyaknya  ide  yang telah dihasilkan, ditulis dikartu dan dipasang di papan, maka langkah selanjutnya adalah  berusaha untuk menghubungkan beberapa ide ini untuk melihat masalah asli.

Selamat memandu. Salam Pramuka

Lihat entri/topik terkait :
Metode Brainstorming
Metode Mind Map
Metode Ask Question
Metode Applied Imagination – Question Summary
Metode Attribute Listing
Metode Assumption Smashing
Metode  Assumption-Busting Technique

Sumber :
http ://asca.tp.ac.id
http://www.marketing.co.id/
hhhp://mylifeinspirationblog.wordpress.com
http://www.virtualsalt.com/crebook2.htm
http://www.mindtools.com
http://www.brainstorming.co.uk/tutorial/creativethinkingcontents.html
http://www.marelisa.com
http://crtv.co.id/

Ditulis ulang dan disesuaikan untuk keperluan "ensiklopediapramuka"  (-aiw)








Jawaban : Menggabungkan sembilan titik dengan 4 garis tanpa putus dan tanpa tangan diangkat dari kertas.







Saturday, 19 January 2013

Cerita untuk Pramuka Siaga : Batu Belah (Cerita Rakyat Aceh)




Latar Belakang
  • “Batu Belah” merupakan cerita rakyat  atau legenda yang tentu saja tidak bisa dipastikan kebenaranya. Sebagai sebua cerita rakyat, Batu Belah memiliki beragam versi bahkan terdapat pula versi  modern dengan modifikasi di sana-sini. Namun demikian inti dan moral ceritanya tidak berubah yaitu “pentingnya menjaga perasaan dan hormat kepada seorang ibu dalam situasi apapun”
  • Bukti fisik yang terkait dengan cerita ini sekarang memang bisa ditemui, yaitu Atu Belah yang merupakan sebuah batu besar terletak sekitar 35 km dari Takengon, Kabupaten Gayo, Propinsi Aceh. Konon,batu ini dapat menelan siapa saja yang bernyanyi dengan bahasa Gayo di dekat batu tersebut dengan cara batu itu akan terbelah dan menarik orang yang bernyanyi dengan bahasa Gayo tersebut. Masyarakat Gayo mempercayai   kisah tentang Atu Belah ini, namun demikian  sebagai  sebuah legenda tentu saja  tidak bisa dipastikan kebenarannya.
  • Sebagaimana umumnya, cerita rakyat tidak disusun dengan “target pendengar” secara khusus, misalnya khusus untuk pendengar anak-anak. Oleh sebab itu Para Pembina Siaga perlu melakukan beragam modifikasi alur, nuansa cerita dan pesan ketika memanfaatkan cerita “Batu Belah” ini. Ketidakhati-hatian membangun nuansa cerita akan dapat menimbulkan salah persepsi misalnya ayah adalah figure yang jahat, ibu yang mudah putus asa dan tega meninggalkan anaknya, dst.
Kandungan Nilai
  • Membangun kehidupan keluarga yang menyenangkan dan membahagiakan adalah tanggungjawab ayah, bunda dan juga putra-putrinya.
  • Sebagai anggota keluarga kita tidak boleh egois, ingin menang sendiri, serba ingin dilayani. Karena sikap semacm itu akan membikin orang lain bunda, yanda, kakak dan adik bersedih.
  • Menghormati dan membahagiakan Bunda adalah tugas setiap Siaga. Doa Bunda akan terkabul oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada para Siaga yang mampu membahagiakan Bundanya. 
  • Marah adalah pintu kekhilafan dan lahirnya tindakan yang fatal, oleh sebab itu “mengendalikan marah” adalah perintah agama yang harus dipatuhi oleh segenap umatnya.
Korelasi dengan Area Pengembangan Pramuka Siaga
  • Cerita Rakyat “Batu Belah” dapat dijadikan sebagai media belajar untuk  mengembangkan area kecerdasan  sosial  terutama dalam membangun kesadaran pentingnya menghargai, menghormati dan menjaga kehidupan harmonis dalam rumah tangga.
  • Dongen ini juga dapat dijadikan sebagai  media belajar mengembangkan kecerdasan emosional terutama dalam membangun kesadaran  bahwa membahagiakan orang lain adalah juga membahagiakan diri sendiri.
  • “Batu Belah” juga dapat dijadikan sebagai media  belajar mengembangkan kecerdasan intelektual terutama  dalam mengungkapkan pendapat, yaitu ketika para Siaga diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan tentang cerita ini.
  • Cerita Rakyat “Batu Belah” dapat dijadikan sebagai  media belajar mengembangkan area kecerdasan spiritual dengan cara mengaitkan bagaimana ajaran agama menghargai peran seorang Ibu dan Wanita dan juga dengan cara Para Pembina Siaga mengaitkan cerita ini dengan Kisah Para  Wanita yang dimuliakan oleh Tuhan dalam  Kitab Suci.
Materi Pendukung
 

Alat yang dibutuhkan  :
Sinopsis cerita, peta Indonesia, peta Propinsi Aceh, peta Kabupaten Gayo, foto Batu Belah, karikatur ayah, ibu dan anak, gambar  hutan, gambar belalang, sound system yang memadai, dsb.

Karakter        : 

Seorang ayah yang baik kemudian khilaf menjadi jahat, seorang Ibu yang lemah lembut, 2 orang anak yang penurut dan penyayang pada ayah bundanya

Teknik           : 
narasi, dramatisasi (dialog), gerak dan nyanyi.

Sound effect  : 
athmosphere hutan (suara burung-burung, angin semilir), suara ombak di pantai, suara anak tangisan, lagu-lagu daerah Aceh yang syahdu, dsb.
 

Persiapan : 
Para siaga sehabis upacara pembukaan bersama Kakak Pembina  duduk di bawah pohon atau ditemat lain yang nyaman. Kakak Pembina  mengajak bernyanyi dan bermain tepuk tangan untuk mencairkan suasana, kemudian  menyapa para siaga.
 

Pembina        :     “Siaagaaaa …..”                
Para Siaga     :      “Siaapppppp ……” 
Pembina        :       “Siaga yang super …. Indonesia adalah Negara yang luas terdiri dari banyak 

                              propinsi, coba yang tahu sebutkan satu persatu …:
Para Siaga     :     (menyebutkan propinsi satu persatu)

Pembina        :    Ya kali ini Kakak/Bunda akan mengajak para Siaga yang super untuk berkunjung 
                            ke propinsi Paling Barat. Propinsi Apa ?
Para Siaga     :    “Aceh ….”
Pembina        :    (Sambil menunjukan peta). “Para Siaga inilah peta propinsi Aceh yang beribukota

                           di Banda Aceh. Kita akan mengunjungi Kabupaten Gayo, disini letaknya (sambil 
                           menunjuk peta),  dari Gayo lah cerita Rakyat Batu Belah berasal yang akan 
                           Kakak/Bunda sampaikan sebenar lagi. Sudah siap …”
Para Siaga    :    “Siap Bunda ….”
                     
Pelaksanaan.
 

Opening :
(Pada saat Kakak Pembina/Bunda dengan para siaga sedang ramai  membicarakan tentang  Aceh dan Gayo, Pb Pembina/Bucik memutar instrumen musik aceh yang sangat merdu dan syahdu… musik terhenti ketika Kakak Pembina/Bunda mulai bercerita …).

Kakak Pembina/Bunda  
(Narasi dengan nada lembut dan membawa alat bantu gambar Karikatur Keluarga Petani) :

Narasi : "Para Siaga … dahulu di tanah Gayo,terdapat sebuah desa bernama Penarun.Di desa tersebut hiduplah keluarga petani yang sangat miskin. Mereka terdiri dari Ayah,Ibu,dan dua orang anak yang masih kecil, lucu dan penurut..."
 

Kakak Pembina/Bunda memberi jeda sejenak dan ilustrasi musik untuk membangun suasana cerita di benak para Siaga … 
 
Kakak Pembina/Bunda, melanjutkan ceritanya : 

(Narasi dan dialog)

Narasi : “Suatu hari di musim kemarau, sawah-swah  mengering tidak bisa ditanami padi,  musim paceklik tiba, persediaan makanan menipis.   Sang Ayah memutuskan pergi ke hutan  menangkap  belalang  untuk bahan makan di rumah …”


Ayah     :      “Istriku … persediaan makanan mulai menipis, sawah kita mongering, musim 

                     kemarau kali ini rasanya panjang sekali …”
Ibu        :     “Sabarlah suamiku … Tuhan tetap akan mencintai hamba-hamba Nya dan

                    memberinya rezeki manakala kita terus berusaha …”
Ayah    :      “Istriku …. doakan Ayah ya. Ayah akan ke hutan mencari belalang untuk bahan 

                    makanan kita, agar anak-anak kita tidak kelaparan dan bisa makan secukupnya …. 
                    Jaga anak-anak dengan baik ya ….“

Kakak Pembina/Bunda Jeda sejenak
(Musik Ilustrasi untuk membangun nuansa dan suasana cerita)
 

 Kakak Pembina/Bunda, melanjutkan ceritanya :
(
Narasi)



Narasi : “Setelah  pamit, dengan diiringi doa Istrinya, Sang Suami berjalan masuk kehutan mencari belalang. Belalang yang berhasil ditangkap ditaruhnya di dalam bumbung untuk disimpan dan dibawa pulang ke rumah. Jika mendapat banyak belalang maka sebagian belalang akan dimasak oleh istrinya untuk makanan hari itu dan yang sebagian lagi disimpan di lumbung untuk makanan esok harinya.  Sang Istri sangat pandai memasak Belalang sehingga rasanya enak, lezat dan bergizi ….”

Kakak Pembina/Bunda jeda sejenak …
(Musik ilustrasi untuk membangun suasana )

 
Bunda melanjutkan ceritanya …
(narasi, monolog dan dialog)



Narasi : “Pada suatu hari, ketika suaminya sedang mencari belalang di hutan, Sang  Sang ibu menjaga kedua anaknya di rumah dengan baik. Hari sudah mulai siang menjelang sore namun sang ayah belum pulang juga.Kedua anak  sudah menangis dan merengek kelaparan. Sang ibupun  mencari belalang yang tersedia di dapur.”Ya Tuhan,makanannya sudah habis,sedangkan anak-anakku sudah kelaparan. Aduh,bagaimana ini?”.Sang ibu kebingungan …. Sang ibu pun memutuskan  menyuruh anak tertuanya mengambil  belalang di lumbung.
Ibu        :    ”Anakku, ibu minta tolong, ambilkan belalang di lumbung untuk makanan kita. 
                   Ibu minta tolong ya nak”
Anak    :     ”Baiklah ibu, aku berangkat ke lumbung sekarang ya.”.
Ibu        :    “Baik anaku, hati-hati membuka lumbungnya, jangan lupa tutup pintunya, agar  

                   belalangnya tidak terbang dan tidak berhasil kau tangkap ..”
Anak     :    “Baik Ibu …”



Narasi : “Sang anak pun berangkat ke lumbung,lalu masuk kedalam lumbung.Sang anak asyik bermain-main sambil menagkap belalang yang terbang. Karena pintu lumbung belum ditutup, maka belalang-belalang tersebut terbang keluar dan  lepas semuanya..”
Monolog :  “Celaka!, aku belum menutup pintu lumbung. Belalang-belalangnya lepas semua. Pasti aku akan dimarahi ibu. Aduh,bagaimana ini? Kalau nanti ayah juga marah pada Ibu” pikir  sang anak ketakutan dan gelisah. 
Narasi :  “..Sang anak pun pulang dengan tangan hampa.Saat sang ibu melihat sang anak tidak membawa apa-apa, sang ibu bertanya

Ibu       :  “Loh … anaku, mengapa kamu tidak membawa belalang. Bukankah ibu menyuruh 

                 kamu untuk mengambil belalang di lumbung? Apa  yang terjadi nak… ,jelaskan,
                 apa yang terjadi!” (Tanya ibu dengan nada tinggi, penuh kekhawatiran)
Anak    :  "Sambil menangis si anak  menjelaskan ”Maafkau saya bu, saya tidak menuruti
                  nasehat Ibu untuk hati-hati. Ketika saya  mengambil belalang, saya   lupa menutup 
                  pintu lumbung … .belalang-belalang itu terbang dan lepas semua bu. Maafkan aku 
                  atas kecerobohanku, bu …”
 Ibu    :    “Ya nak,ibu memaafkan, lain kali kamu harus turuti nasehat ibu ya, agar engkau 

                 selamat dan hal apapun”.
 

Kakak Pembina/Bunda jeda sejenak,
(memberi kesempatan  para Siaga mengembangkan emajinasinya tentang bundanya masing-masing di rumah - untuk membangun suasana bisa diiring dengan musik ilustrasi)

Kakak Pembina/Bunda melanjutkan ceritanya …
(narasi & dialog)



Narasi : “Tak beberapa lama, sang ayahpun  pulang dari hutan, raut wajahnya tampak sedih dan lelah. Dengan merebahkan badan di lantai, sang ayah berkata kepada istrinya :

Ayah    :    ”Bu, maafkau aku hari ini saya  tidak dapat apa-apa, seharian berburu namun 
                   tidak menemukan belalang seekor pun. Saya lapar dan lelah, tolong masak saja 
                   Belalang yang ada di lumbung …”
Ibu    :       “Maafkan suamiku, belalang-belalang di lumbung lepas semua, tadi ketika aku akan 

                  mengambilnya aku lupa menutup pintu lumbung sehingga semua belalang terbang 
                  keluar …”  (jawab ibu dengan khawatir, sambil menutupi kesalahan putranya)
Ayah    :    “Apa ….. Persediaan makanan kita habis semua. Kamu ceroboh,  kamu tidak 

                  bisa bayangkan bagaimana susahnya aku mencari belalang di hutan!”  Sang ayah
                   marah sekali kemudian tanpa sadar, sang ayah memukul istrinya, hingga kesakitan.

Kakak Pembina/Bunda jeda sejenak,  

(berilah ruang  para Siaga mengembangkan emajinasinya tentang situasi dan membangun empati terhadap apa yang terjadi)
 
Kakak Pembina/Bunda , melanjutkan ceritanya :
(Narasi & Monolog)



Narasi : “Sang ibu pergi dari rumah dengan sakit hati. Ia tidak menyangka suaminya yang biasanya baik itu, tega menyakiti dan menamparnya pipinya hingga memerah dan sakit.  Sang ibu pergi ke hutan dengan hati yang remuk redam. Dari belakang,kedua anaknya mengikuti ibunya ke hutan, ternyata Sang ibu menuju sebuah batu yang bernama Atu Belah…”

Monolog : Didepan batu itu,sang ibu bernyanyi berkali-kali menggunakan bahasa Gayo “atu belah, atu bertangkup, nge sawah pejaying te masa dahulu” yang artinya  “batu belah batu bertangkup sudah tiba janji kita masa yang lalu …”

Narasi & Monolog : “… Ajaib, tidak lama kemudian batu itu pun terbelah dan terbuka.Sang ibu kemudian masuk ke dalam batu itu. Cuaca yang awalnya cerah, berubah menjadi gelap, petir menyambar-nyambar,angin berembus kencang,dan hujan yang lebat mengiringi  Atu Belah menelan Si Ibu smentara kedua anaknya menjerit, berteriak memanggil ibunya.”Ibu,jangan tinggalkan kami! Ibu…!  Ibu…. Saya dengan siapa … Ibu jangan tinggalkan saya .. Kedua Anak yang malang it uterus menjerit-njerit”.  Sang ibu sudah terlanjur masuk kedalam Atu Belah dengan perasaan sedih karena harus meningalkan anak-anak yang dicintainya, namun apa daya takdir sudah menentukan dan dia tidak bisa menolak.  Batu  Belah itupun tertutup,  yan  tersisa hanya tujuh helai rambut ibunya yang kemudian dijadikan anaknya sebagai jimat...
 

Narasi & Monolog : “…Tak lama kemudian, munculah sang Ayah, dengan terbata-bata, sang anak menjelaskan bahwa Ibunya masuk ditelan Batu Belah, karena sedih hatinya dimarahi Ayah. Dengan raut muka sedih Sang Ayah mendekap kedua anaknya sambil berkata “Maafkan istriku, aku berjanji akan merawat kedua anak kita tercinta agar kelak menjadi manusia berguna dan hidup berbahagia …”
 

Closing …
Pb Pembina/Bucik memutarkan sebuah lagu daerah Aceh yang bernuansa kesedihan dan kesyahduan.

Akhir Kegiatan :

  • Selesai lagu Kakak Pembina/ Bunda mengajak para Siaga bertepuk tangan untuk kembali mencairkan suasana.
  • Setelah suasana cair Kakak Pembina/Bunda dan Bucik memberi kesempatan setiap barung untuk memberikan tanggapan/penilaian terhadap tokoh cerita da nisi cerita, bisa dengan gambar, bisa dengan kalimat atau dengan berbagai cara mengungkapkan lainnya.
  • Bunda mengakhiri kegiatannya diongengnya dengan memberikan kesimpulan tentang kandungan nilai dan apa yang bisa diteladani, serta memberikan hadiah kepada tiap barung atas hasil tanggapannya yang sangat super.
Kegiatan selesai. 
Selamat Memandu.  Membahagiakan Siaga, Membahagiakan Indonesia

Lihat topik/entri terkait : 

Area Pengembangan Pramuka Siaga
Dongeng sebagai Media Latihan Pramuka Siaga
Panduan Teknik Mendongeng untuk Siaga.

Sumber :
Diadaptasi dari berbagai sumber  dan ditulis ulang untuk kepentingan “Ensiklopedia Pramuka”  (-aiw)

Friday, 9 November 2012

Cara Menilai & Menguji Kecakapan Pramuka (Metode & Instrumen)




Pengantar
  • Gerakan Pramuka menggunakan Sistem Tanda Kecakapan Pramuka sebagai alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, yang meliputi :Syarat Kecakapan Umum, Syarat Kecakapan Khusus dan Syarat Pramuka Garuda
  • SKU, SKK, dan SPG merupakan alat/materi kegiatan pokok dalam proses pendidikan kepramukaan, yang melibatkan peserta didik dan Pembina Pramuka, untuk meningkatkan mutu pengetahuan, keterampilan dan sikap laku peserta didik menuju tercapainya tujuan Gerakan Pramuka.
  • Untuk pelaksanaan penilaian kecakapan Pramuka secara obyektif, para Pembina Pramuka perlu mempelajari dan memahami benar hal-hal yang tampak secara umum, misalnya : Pramuka Siaga masih suka berkhayal, menykai ceritera fantastis dan lucu,  Pramuka Penggalang semangatnya menggebu, daya nalarnya mulai berkembang, masih suka pada hal yang lucu. Pramuka Penegak berfikir kritis, logis, merasa mampu mandiri, emosional.  Pramuka Pandega ingin berbuat sesuatu dan sedang mencari jatidirinya.
  • Pelaksanaan pencapaian SKU, SKK, dan SPG di lapangan harus dilakukan secara kreatif dan rekreatif, sehingga menggairahkan peserta didik untuk menempuh ujian, serta menyelesaikan materi kegiatan Pramuka, dengan menghindari suasana formal, kaku, dan statis.

Maksud
Pengaturan tentang tata cara penilaian dan ujian  kecakapan bagi peserta didik Gerakan Pramuka, dimaksudkan agar :
  • proses penyelesaian materi SKU, SKK, dan SPG dan proses penilaiannya lebih disenangi dan diminati peserta didik.
  • para Pembina Pramuka mampu memberi dorongan dalam menilai perserta didiknya, dengan menggunakan berbagai variasi dan sekaligus membina perkembangan watak dan sikap laku peserta didik.
  • para peserta didik dan orang dewasa terdorong untuk berbuat lebih baik dan peka terhadap kepentingan peserta didik dan masyarakat lingkungannya.

Pengertian
  • Yang dimaksud dengan kecakapan dalam petunjuk penyelenggaraan ini adalah kemampuan seorang Pramuka yang berlandaskan pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap laku yang dimilikinya.
  • Syarat Kecakapan Umu (SKU) adalah syarat kecakapan minimum, yang harus dicapai secara umum oleh semua Pramuka, sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohaninya.
  • Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat kecakapan minimum, yang harus dicapai secara khusus oleh seorang Pramuka, sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan pribadi/individunya.
  • Syarat Pramuka Garuda (SPG) adalah syarat kecakapan tertinggi, yang harus dicapai oleh seorang Pramuka, sesuai dengan golongan usianya.
  • Menguji kecakapan dalam Gerakan Pramuka adalah menilai pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang Pramuka, diukur dengan SKU, SKK dan, SPG, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat minimal yang telah ditentukan, sesuai dengan keadaan dan kemampuan peserta didik.
Tujuan
Tujuan penilaian kecakapan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk mengukur keberhasilan usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka dengan :
  • mendorong peserta didik menambah pengetahuan, keterampilan dan sikapnya.
  • mengembangkan hal-hal yang bersifat positif yang ada pada diri peserta didik.
  • menanamkan keyakinan peserta didik akan kemampuannya dan kesadaran untuk membaktikan diri bagi kepentingan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhan Yang Maha Esa.
Sasaran
Sasaran penilaian kecakapan peserta didik adalah :
  • meyakini akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliknya.
  • merasa mantap atas kemampuan mental dan fisiknya.
  • memiliki kepercayaan diri yang lebih besar.
  • memiliki rasa tanggungjawab dan kewajiban untuk berbakti.
Sasaran Penilaian 
Sasaran penilaian kecakapan peserta didik bagi para Pembina Pramuka adalah :
  • mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang dilakukannya.
  • mengetahui usaha dan prestasi yang dicapai peserta didik.
  • mengetahui kemampuan para Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya.
Fungsi
Para Pembina Pramuka perlu menyadari bahwa penilaian kecakapan dalam Gerakan Pramuka berfungsi sebagai alat pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, dan bukanlah merupakan tujuan pendidikan.

Proses Penilaian Kecakapan Pramuka 

Pendekatan
  • Karena penilaian kecakapan Pramuaka merupakan alat pendidikan, maka pada prinsipnya menilai kecakapan Pramuka adalah secara perorangan.
  • Untuk beberapa mata kegiatan, memang ada yang perlu dilaksanakan secara berkelompok, namun demikian penilaiannya tetap secara perorangan. Hal ini misalnya : kegiatan upacara, memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya, memasak, PPPK, dan sebagainya.
  • Pelaksanaan penilaian kecakapan Pramuka perlu memperhatikan perbedaan usia, perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Cara menilai Pramuka Siaga berbeda dengan menilai Pramuka Penggalang, penegak dan Pandega.
Penilaian kecakapan Pramuka dilaksanakan :
  • dalam bentuk praktek, artinya bukan hanya teori, secara tertulis.
  • secara praktis, artinya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
  • dengan cara penyajian kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Waktu Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanaan penilaian kecakapan dapat diatur oleh Pembina Pramuka yang bersangkutan, misalnya :
  • dijadwalkan dalam setiap hari latihan berkala.
  • dijadwalkan dalam acara wisata, perjalanan di kapal laut, mengisi waktu luang dalam perjalanan jauh, dan lain-lain.
  • pada waktu melaksanakan kegiatan, baik kegiatan dalam latihan berkala di satuannya, maupun kegiatan kemasyarakatan, kepemudaan, kemahasiswaan dan sejenisnya yang melibatkan peserta didik.
  • Penilaian kecakapan juga dapat dilaksanakan pada waktu yang disepakati bersama oleh peserta didik dengan Pembinanya, meliputi pula tempat dan mata kegiatannya.

Proses Penilaian
Proses penilaian kecakapan dapat dilaksanakan :
  • secara langsung yaitu peserta didik secara sadar merasakan proses prnilaian SKU, SKK, dan SPG, sesuai dengan kesepakatan bersama antara peserta didik dengan Pembinanya.
  • secara tidak langsung, yaitu peserta didik mengikuti kegiatan di dalam latihan berkala atau mengikuti kegiatan lain dan tidak disadarinya bahwa dalam kegiatan itu mereka dinilai kecakapannya. Hal ini perlu dilakukan khususnya untuk peserta didik yang segan atau takut dinilai.
Proses penilaian kecakapan juga dilakukan dengan :
  • menitikbertakan pada usaha dan upaya secara bersungguh-sungguh dari peserta didik, untuk mencapai hasil yang diharapkan (nilai formil).
  • kemudian menilai materi atau hasil usaha yang dapat dicapai oleh peserta didik (nilai materiel). Pada pelaksanaan menilai kecakapan peserta didik perlu digunakan prinsip : untuk mencapai hasil yang baik perlu adanya usaha secara bersungguh-sungguh dengan sekuat tenaga dan upaya. Itulah sebabnya nilai formal diutamakan daripada nilai materiel, kecuali untuk penilaian Syarat Kecakapan Khusus, penilaian materi atau hasil usaha juga ikut menentukan keberhasilannya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan
Penilai wajib memperhatikan :
  • Keadaan dan kemampuan peserta didik, atas dasar jenis kelamin, usia, kebugaran jasmani, bakat, minat, dan kecerdasan, ketangkasan, keterampilan, keuletan dan usaha yang telah dilakukan peserta didik.
  • Latar belakang kehidupan peserta didik, keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya.
  • Keadaan masyarakat setempat, misalnya adat-istiadat, kebiasaan, keadaan sosial ekonomi, pembatasan, larangan dan lain-lainnya.
  • Mengingat bahwa semua syarat kecakapan itu merupakan sarana pokok yang mempengaruhi sikap laku peserta didik agar meningkat secara positif, dan sekaligus menambah pengetahuan dan keterampilannya, maka proses penilaian harus bersifat mendorong keberanian dan merangsang kemauan peserta didik untuk menempuhnya

Penilai
  • Penilai SKU pada prinsipnya adalah Pembina peserta didik masing-masing.
  • Para Pemimpin Regu Penggalang, Pramuka Penegak dan Pandega yang senior dapat ditugaskan membantu menilai SKU bagi teman-temannya.
  • Jika dianggap perlu, para Pembina dapat pula meminta bantuan orang-tua Pramuka dan orang lain yang dianggap mampu untuk menilai peserta didiknya, namun tanggungjawab tetap pada Pembina yang bersangkutan. Sebaiknya pada saat pelaksanaan penilaian Pembina Pramuka mendampinginya.
  • Oleh karena Satya dan Darma Pramuka erat kaitannya dengan pengembangan sikap laku dan pembinaan watak peserta didik, maka penilaian kode kehormatan harus dilakukan oleh Pembina peserta didik yang bersangkutan.
  • Penilai SKK dan SPG sebaiknya dilakukan oleh Pembina atau orang lain yang dianggap mampu, yang tergabung dalam Tim Penilai yang diangkat oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang yang bersangkutan.

Kebijakan dalam menilai kecakapan
  • Pembina atau penilai dituntut untuk bertindak bijaksana, adil dan penuh pertimbangan dan tanggungjawab.
  • Menguji peserta didik penyandang cacat tidak dapat disamakan seperti ketentuan yang tertulis di dalam SKU, SKK, dan SPG.
  • Ketentuan tertulis dalam SKU, SKK, dan SPG adalah syarat minimum yang harus dicapai peserta didik, oleh karenanya apabila syarat itu dianggap terlalu mudah bagi peserta didik maka Pembina Pramuka atau penilai dapat meningkatkan bobotnya, sehingga peserta didik merasa bahwa tanda kecakapan yang dipakainya diperoleh tidak dengan begitu saja, melainkan dengan usaha yang tidak mudah. Namun harus diingat bahwa bagi peserta didik yang kurang kemampuannya, cukup sampai syarat minimal itu saja, sudah dianggap berhasil dan memenuhi syarat.
  • Penilaian dapat dilakukan dengan memberi tugas yang dapat dikerjakan di rumah, di sekolah, atau di tempat lain, dengan bantuan orangtua peserta didik, guru dan tokoh masyarakat lain yang diperlukan. Misalnya untuk penilaian kegiatan berkebun, menjahit, kegiatan agama, dan lain-lain.
  • Penilaian kecakapan peserta didik dalam bentuk kegiatan kelompok atau lomba, merupakan salah satu cara untuk mendorong minat dan keberanian setiap peserta didik, di samping penilaian atas kerjasama anggota kelompok, meskipun penilaian tetap secara perorangan.
  • Para Pembina perlu mengupayakan untuk mendorong tanpa paksaan, agar peserta didik mencapai tingkat kecakapan yang setinggi-tingginya dan memperoleh tanda kecakapan khusus sebanyak-banyaknya.



Lihat entri/topik terkait :
Kecakapan Pramuka Siaga
Kecakapan Pramuka Penggalang
Kecakapan Pramuka Penegak
Kecakapan Pramuka Pandega
Upacara Pelantikan & Kenaikan Tingkat

Sumber :
KEPUTUSAN  KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA,  NO : 273 TAHUN 1993
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN CARA MENILAI KECAKAPAN PRAMUKA



Monday, 15 October 2012

Cara Menilai & Menguji Syarat Kecakapan Pramuka Siaga



Pengertian
Cara menilai atau menguji kecakapan dalam Gerakan Pramuka adalah menilai pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang Pramuka, diukur dengan SKU, SKK dan, SPG, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat minimal yang telah ditentukan, sesuai dengan keadaan dan kemampuan peserta didik.

Syarat Pelaksanaan Penilaian

  • Untuk pelaksanaan penilaian kecakapan Pramuka Siaga harus dilakukan secara obyektif, para Pembina Pramuka perlu mempelajari dan memahami benar hal-hal yang tampak secara umum pada perilaku para siaga  misalnya : Pramuka Siaga masih suka berkhayal, menyukai ceritera fantastis dan lucu.
  • Pelaksanaan pencapaian SKU, SKK, dan SPG Pramuka Siaga di lapangan harus dilakukan secara kreatif dan rekreatif, sehingga menggairahkan peserta didik untuk menempuh ujian, serta menyelesaikan materi kegiatan Pramuka, dengan menghindari suasana formal, kaku, dan statis.
  • Proses penyelesaian materi SKU, SKK, dan SPG dan proses penilaiannya lebih disenangi dan diminati peserta didik.
  • Para Pembina Pramuka mampu memberi dorongan dalam menilai perserta didiknya, dengan menggunakan berbagai variasi dan sekaligus membina perkembangan watak dan sikap laku peserta didik. 
  • Menguji kecakapan dalam Gerakan Pramuka adalah menilai pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang Pramuka Siaga yang  diukur dengan SKU, SKK dan, SPG, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat minimal yang telah ditentukan, sesuai dengan keadaan dan kemampuan peserta didik.
Tujuan Penilaian
Mengukur keberhasilan usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka dengan :

  • mendorong peserta didik menambah pengetahuan, keterampilan dan sikapnya.
  • mengembangkan hal-hal yang bersifat positif yang ada pada diri peserta didik.
  • menanamkan keyakinan peserta didik akan kemampuannya dan kesadaran untuk membaktikan diri bagi kepentingan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhan Yang Maha Esa.
Sasaran Penilaian
Sasaran penilaian kecakapan bagi para Pramuka Siaga adalah :
  • meyakini akan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliknya.
  • merasa mantap atas kemampuan mental dan fisiknya.
  • memiliki kepercayaan diri yang lebih besar.
  • memiliki rasa tanggungjawab dan kewajiban untuk berbakti.
Sasaran penilaian kecakapan peserta didik bagi para Pembina Pramuka adalah :
  • mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang dilakukannya.
  • mengetahui usaha dan prestasi yang dicapai peserta didik.
  • mengetahui kemampuan para Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya.
Fungsi Penilaian
Para Pembina Pramuka perlu menyadari bahwa penilaian kecakapan dalam Gerakan Pramuka berfungsi sebagai alat pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, dan bukanlah merupakan tujuan pendidikan.

Pendekatan Penilaian

  • Penilaian kecakapan Pramuka merupakan alat pendidikan, maka pada prinsipnya menilai kecakapan Pramuka adalah secara perorangan.
  • Untuk beberapa mata kegiatan, memang ada yang perlu dilaksanakan secara berkelompok, namun demikian penilaiannya tetap secara perorangan. Hal ini misalnya : kegiatan upacara, memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya, memasak, PPPK, dan sebagainya.
  • Pelaksanaan penilaian kecakapan Pramuka perlu memperhatikan perbedaan usia, perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Cara menilai Pramuka Siaga berbeda dengan menilai Pramuka Penggalang, penegak dan Pandega.
Pelaksanaan Penilaian
  • berbentuk praktek, artinya bukan hanya teori, secara tertulis.
  • dilaksanakan secara praktis, artinya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
  • dilaksnakan dengan cara penyajian kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
Waktu Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanaan penilaian kecakapan dapat diatur oleh Pembina Pramuka yang bersangkutan, misalnya :

  • dijadwalkan dalam setiap hari latihan berkala.
  • dijadwalkan dalam acara wisata, perjalanan di kapal laut, mengisi waktu luang dalam perjalanan jauh, dan lain-lain.
  • pada waktu melaksanakan kegiatan, baik kegiatan dalam latihan berkala di satuannya, maupun kegiatan kemasyarakatan, kepemudaan, kemahasiswaan dan sejenisnya yang melibatkan peserta didik. 
  •  Penilaian kecakapan juga dapat dilaksanakan pada waktu yang disepakati bersama oleh peserta didik dengan Pembinanya, meliputi pula tempat dan mata kegiatannya.
Proses Penilaian
Proses penilaian kecakapan dapat dilaksanakan :

  • secara langsung yaitu peserta didik secara sadar merasakan proses prnilaian SKU, SKK, dan SPG, sesuai dengan kesepakatan bersama antara peserta didik dengan Pembinanya.
  • secara tidak langsung, yaitu peserta didik mengikuti kegiatan di dalam latihan berkala atau mengikuti kegiatan lain dan tidak disadarinya bahwa dalam kegiatan itu mereka dinilai kecakapannya. Hal ini perlu dilakukan khususnya untuk peserta didik yang segan atau takut dinilai. 
Proses penilaian kecakapan juga dilakukan dengan :
  • menitikbertakan pada usaha dan upaya secara bersungguh-sungguh dari peserta didik, untuk mencapai hasil yang diharapkan (nilai formil).
  • kemudian menilai materi atau hasil usaha yang dapat dicapai oleh peserta didik (nilai materiel). Pada pelaksanaan menilai kecakapan peserta didik perlu digunakan prinsip : untuk mencapai hasil yang baik perlu adanya usaha secara bersungguh-sungguh dengan sekuat tenaga dan upaya. Itulah sebabnya nilai formal diutamakan daripada nilai materiel, kecuali untuk penilaian Syarat Kecakapan Khusus, penilaian materi atau hasil usaha juga ikut menentukan keberhasilannya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan Penilai
  • Keadaan dan kemampuan peserta didik, atas dasar jenis kelamin, usia, kebugaran jasmani, bakat, minat, dan kecerdasan, ketangkasan, keterampilan, keuletan dan usaha yang telah dilakukan peserta didik.
  • Latar belakang kehidupan peserta didik, keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya.
  • Keadaan masyarakat setempat, misalnya adat-istiadat, kebiasaan, keadaan sosial ekonomi, pembatasan, larangan dan lain-lainnya.
  • Mengingat bahwa semua syarat kecakapan itu merupakan sarana pokok yang mempengaruhi sikap laku peserta didik agar meningkat secara positif, dan sekaligus menambah pengetahuan dan keterampilannya, maka proses penilaian harus bersifat mendorong keberanian dan merangsang kemauan peserta didik untuk menempuhnya
Kebijaksanaan dalam menilai kecakapan
  • Pembina atau penilai dituntut untuk bertindak bijaksana, adil dan penuh pertimbangan dan tanggungjawab.
  • Menguji peserta didik penyandang cacat tidak dapat disamakan seperti ketentuan yang tertulis di dalam SKU, SKK, dan SPG.
  • Ketentuan tertulis dalam SKU, SKK, dan SPG adalah syarat minimum yang harus dicapai peserta didik, oleh karenanya apabila syarat itu dianggap terlalu mudah bagi peserta didik maka Pembina Pramuka atau penilai dapat meningkatkan bobotnya, sehingga peserta didik merasa bahwa tanda kecakapan yang dipakainya diperoleh tidak dengan begitu saja, melainkan dengan usaha yang tidak mudah. Namun harus diingat bahwa bagi peserta didik yang kurang kemampuannya, cukup sampai syarat minimal itu saja, sudah dianggap berhasil dan memenuhi syarat.
  • Penilaian dapat dilakukan dengan memberi tugas yang dapat dikerjakan di rumah, di sekolah, atau di tempat lain, dengan bantuan orangtua peserta didik, guru dan tokoh masyarakat lain yang diperlukan. Misalnya untuk penilaian kegiatan berkebun, menjahit, kegiatan agama, dan lain-lain.
  • Penilaian kecakapan peserta didik dalam bentuk kegiatan kelompok atau lomba, merupakan salah satu cara untuk mendorong minat dan keberanian setiap peserta didik, di samping penilaian atas kerjasama anggota kelompok, meskipun penilaian tetap secara perorangan.
  • Para Pembina perlu mengupayakan untuk mendorong tanpa paksaan, agar peserta didik mencapai tingkat kecakapan yang setinggi-tingginya dan memperoleh tanda kecakapan khusus sebanyak-banyaknya.
Penilai
  • Penilai SKU pada prinsipnya adalah Pembina peserta didik masing-masing.
  • Jika dianggap perlu, para Pembina dapat pula meminta bantuan orang-tua Pramuka dan orang lain yang dianggap mampu untuk menilai peserta didiknya, namun tanggungjawab tetap pada Pembina yang bersangkutan. Sebaiknya pada saat pelaksanaan penilaian Pembina Pramuka mendampinginya.
  • Oleh karena Satya dan Darma Pramuka erat kaitannya dengan pengembangan sikap laku dan pembinaan watak peserta didik, maka penilaian kode kehormatan harus dilakukan oleh Pembina peserta didik yang bersangkutan.
  • Penilai SKK dan SPG sebaiknya dilakukan oleh Pembina atau orang lain yang dianggap mampu, yang tergabung dalam Tim Penilai yang diangkat oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang yang bersangkutan.
Cara Menguji SKU Siaga
  • Pembina Pramuka Siaga, berkewajiban untuk membina dan mengarahkan peserta didiknya agar berusaha menyelesaikan SKU sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Caranya dengan melatihkan materi SKU melalui kegiatan mingguan diperindukan untuk  penghayatan nilai kepramukaan yang ada di SKU sehingga membantu dan memudahkan pramuka Siaga untuk ujian penyelesaian SKUnya.
  • Cara menguji SKU Siaga  : istilah ujian SKU bukan sama dengan istilah ujian yang dilaksanakan dilingkungan pendidikan sekolah.Ujian dilaksanakan dengan santai dan keceriaan.
  • Ujian dalam kepramukaan dilakukan secara pribadi, meskipun pelaksanaannya secara berkelompok.
  • Dalam menguji SKU, penguji harus memperhatikan keadaan masyarakat setempat  seperti Adat istiadat setempat, Kebiasaan penduduk setempat,Keadaan dan kemungkinan-kemungkinan yang ada setempat.
  • Penguji juga harus memperhatikan kemampuan yang dapat dicapai oleh Pramuka yang diuji seperti  faktor  : jenis kelamin, usia, keadaan jasmaninya, bakatnya, kecerdasannya, sifat dan wataknya, hasrat dan minatnya, kebutuhannya, keuletannya.
  • Dalam melaksanakan ujian SKU Siaga, Penguji harus memperhatikan pula segi-segi keamanan, keselamatan, dan batas kemampuan jasmani Pramuka yang diuji.
  • Ujian SKU Siaga dilaksanakan : dengan menguji mata-mata ujian satu demi satu, dengan urutan mata ujian yang dikehendaki oleh Pramuka Siaga yang diuji - tidak berdasarkan nomor urut yang tertera dalam SKU Siaga, penilaian dilaksanakan pada waktu-waktu yang disepakati bersama antara Penguji dan Pramuka yang diuji.
  • Penilaian/ujian sedapat-dapatnya dalam bentuk praktek dan secara praktis.
  • Penilai/Penguji harus mengusahakan adanya variasi, sehingga pramuka tertarik dan tidak merasa takut untuk menempuh ujian SKU. Pembina yang menguji SKU hendaknya memperhatikan usaha, ikhtiar, ketekunan, dan kesungguhan yang sudah diperbuat dalam proses ujian SKU.
  • Jika Pramuka Siaga telah dinyatakan lulus dalam suatu mata ujian SKU, maka Penguji membubuhkan tanda tanggannya pada buku SKU yang dimiliki para siaga.
  • Siaga yang telah lulus selanjutnya dilantik dalam sebuah upacara kenaikan tingkat dan kepadanya diberi Tanda Kecakapan Umum.

Cara Menguji  SKK Pramuka Siaga
1. menyelesaian SKK dilakukan  melalui ujian dalam proses menguji hendaknya penguji :
  • berusaha agar dapat dirasakan oleh yang bersangkutan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya
  • memperhatikan batas-batas kemampuan sebagai mana tercantum dalam SKK yang diujikan.
  • menekankan pada hasil usaha yang dicapai oleh peserta didik
2.  Pramuka Siaga memilih sendiri macam SKK yang akan diselesaikannya/ditempuh.
3.  Kecakapan/ keterampilan yang  telah dipilih oleh pramuka Siaga harus dididikkan secara
     efektif dan efisien oleh Pembina atau tenaga yang berkompeten agar ybs benar menguasai
     dan cakap pada keterampilan yang diminati. Dengan cara ini akan memudahkan bagi pramuka
     Siaga ybs untuk menyelesaikan ujian SKK.
4.  Waktu ujian dilakukan atas dasar kesepakatan antara peserta didik dengan pengujinya.
5.  Penguji SKK adalah anggota dewasa yang berkompeten dan selaras dengan SKK yang ditempuh,
    sehingga penguji SKK dimungkinkan :
  • Pembina/PembantuPembina (Yahda/Bunda/Pakcik/Bucik)
  • Orang tua Pramuka, dengan sepengetahuan Pembinanya.
  • Seorang yang memiliki keahlian sebagaimana tercantum dalam SKK yang ditempuh, dengan sepengetahuan Pembinanya.
6.    Mereka yang berhasil akan diberikan penghargaan berupa Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

Cara Menguji Siaga Garuda
Cara mengajukan sebagai Pramuka Siaga Garuda.
  • Setiap Pembina Siaga berkewajiban untuk mendorong, membimbing dan membantu Siaganya, agar mereka tertarik dan giat berusaha  untuk menjadi Pramuka Siaga Garuda.
  • Setelah pembina melihat dan mempelajari pribadi Pramuka Siaganya  telah mendekati memenuhi persyaratan sebagai Pramuka Garuda, pembina segera memotivasinya agar bersedia dan mau diusulkan menjadi Pramuka Garuda.
  • Jika Pramuka Siaga mempunyai keinginan mendapatkan TPG dan menyampaikannya kepada Pembinanya, maka pembina tersebut berkewajiban memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Pembina mengusulkan Pramuka Siaga ke Kwarcabnya untuk mendapatkan TPG dilengkapi dengan persyaratan yang telah dimiliki sebagai ”calon”  Pramuka Siaga Garuda.
  • Kwartir Cabang membentuk Tim Penilai yang bertugas untuk menilai calon Pramuka Siaga Garuda.  
 Tim Penilai
  • penilai seorang Pramuka Siaga Garuda adalah seuatu tim yang diangkat oleh Ketua Kwartir Cabangnya, dan terdiri dari Pembina satuannya, Pembina Gugusdepan, AndalanCabang, Orang tua dan tokoh masyarakat setempat.
  • khusus untuk Gugusdepan di luar negeri, tim penilai dapat diangkat oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan.
  • tim penilai dibentuk atas permintaan Pembina Gugusdepan yang mencalonkan Pramuka Garuda.
Cara menilai Pramuka Siaga Garuda.
a.  Dalam  menilai seorang calon Pramuka Siaga Garuda, Tim Penilai wajib memperhatikan :
  • keadaan lingkungan setempat
  • keadaan dan sifat calon Pramuka Garuda, yaitu :
  • putera atau puteri, usia, keadaan jasmani dan rohani, bakat, kecerdasan, ketangkasan, keterampilan serta usaha yang telah dilakukannya.
  • keterangan tertulis dari pihak-pihak yang mempunyai sangkut paut dengan kegiatan calon Pramuka Siaga Garuda, antara lain dari Guru, Orang tua/wali, Pembinannya, dll.
b.  Penilaian atas calon Pramuka Garuda dilakukan untuk perorangan
c.  Penilaian dilakukan dengan cara :
  • wawancara langsung
  • pengamatan langsung
  • membaca dan mendengar keterangan dari pihak ketiga
  • mengisi formulir penilaian Pramuka Garuda.
d.  Dalam menilai agar dilaksanakan dengan mengingat bahwa moment ini adalah merupakan   
     evaluasi  pelaksanan kepramukaan yang telah diterima Pramuka Siaga sehingga haru
     santai dan tidak dirasakan sebagai sesuatu yang menakutkan.
Selamat memandu. Salam Siaga.
Membahagiakan siaga, membahagiakan Indonesia.


Lihat entri/topik terkait :
Tanda Kecakapan Pramuka Siaga (Umum, Khusus dan Siaga Garuda,  SKU Siaga Mula. SKU Siaga Bantu.   SKU Siaga Tata.   TKK Siaga Bidang  Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan pribadi dan watak.    TKK Siaga Bidang Patriotisme dan Seni budaya.     TKK  Siaga Bidang Kesehatan dan Ketangkasan.   TKK Saga Bidang Keterampilan dan Tehnik Pembangunan. TKK Siaga Bidang Sosial, Perikemanusian, Gotong Royong, Ketertiban, Masyarakat, Perdamaian dunia, dan Lingkungan hidup.  Upacara Pelantikan Siaga Mula. Bentuk, Ukuran & Makna Lambang Tanda Pramuka Garuda.

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 237 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Cara Menilai Kecakapan Pramuka
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat Kecakapan Umum,  Jakarta, 1982.
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 101 tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda 
  • Buku  Panduan KML Pramuka Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 2011




Thursday, 11 October 2012

Cerita untuk Pramuka Siaga : Kancil & Buaya




Pengantar
Kancil dan buaya merupakan salah satu cerita binatang (fable) yang sangat popular  dan digemari anak-anak.  Fabel Kancil & Buaya yang berasal dari tradisi lisan mayarakat tradisional  memang memiliki banyak versi dan memiliki kelenturan untuk dikembangkan oleh para pendongeng  baik dari sisi alur, suasana, dialog dan karakterisasi tokoh. Oleh sebab itu para Pembina Siaga bisa memanfaatkan Fabel ini dengan penuh improvisasi untuk membangun minat dan perhatian serta menghindarkan para siaga bosan karena pernah mendengar cerita ini. Meski terbuka untuk improvisasi, dalam fabel ada yang tidak  berubah yaitu maksud dan kandungan nilai-nilainya.

Kandungan Nilai
  • Alam itu indah dan sumber kehidupan maka harus dijaga bersama-sama
  • Kehormatan  harus diraih dengan pengorbanan, kemauan membantu dan menghormati sesama
  • Kecerdikan & rendah hati bisa mengalahkan ketamakan & kesombongan, dll

Korelasi dengan Area Pengembangan Pramuka Siaga
  • Kegiatan mendongeng ini dominan mengembangkan area kecerdasan  sosial  terutama dalam membangun kesadaran pentingnya menghargai, menghormati dan menjaga persahabatan (social respect).
  • Kegiata mendongen ini juga dominan mengembangkan kecerdasan emosional terutama dalam membangun kesadaran  bahwa membahagiakan orang lain adalah juga membahagiakan diri sendiri.
  • Kegiatan mendongeng ini dapat pula mengembangkan kecerdasan intelektual terutama  dalam segmen kegiatan  mengungkapkan dan memberikan tanggapan. Untuk dapat memberikan tanggapan para siaga secara tidak sadar dilatih untuk berkonsentrasi, melakukan proses analisis dan menyimpulkan.
  • Kegiatan mendongeng ini dapat pula digunakan untuk mengembangkan area kecerdasan spiritual dengan cara para Pembina lebih dominan dan memberikan deskripsi khusus tentang indahnya semua ciptaan Tuhan di bumi ini dan tugas mahluk Nya untuk merawat dan memanfaatkannya dengan penuh tanggungjawab.
Materi Pendukung
  • Alat yang dibutuhkan  : boneka,  gambar-gambar hutan yang indah, gambar sungai, sound system dan audio player (CD, HP, Laptop, dsb)
  • Karakter        :  Kancil cerdik, bijak dan setia kawan. Buaya  tamak & sombong
  • Teknik           :  narasi, dramatisasi (dialog), nyanyian
  • Sound effect  :  athmosphere hutan (suara burung-burung, angina semilir), suara sungai, dll.

Persiapan :
Para siaga sehabis upacara pembukaan bersama Bunda dan Bucik duduk di bawah pohon. Bucik mengajak bernyanyi dan bermain tepuk tanga untuk mencairkan suasana. Kemudian Bunda menyapa para siaga.
Bunda        :  “Siaagaaaa …..”                
Para Siaga  :  “Siaapppppp ……” 
Bunda        :   Siaga yang super …. Kali ini Bunda ingin membawakan cerita kisah Kancil dan
                       Buaya.  Siapa yang tahu binatang Kancil … (para siaga menjawab dengan riuh
                       rendah), siapa yang tahu buaya ……… (para siaga menjawab) 


Pelaksanaan.
(Pada saat Bunda dengan para siaga sedang ramai  membicarakan tentang  apa itu kancil dan apa itu buaya -  Bu Cik, tiba-tiba memutar  suara athmosphere hutan yang berisi kicauan burung, bunyi air, suara binatang yang sangat indah. Suara efek berhenti ketika Bunda sudah mulai mendongeng).

Bunda   (Narasi dengan alat bantu gambar hutan yang indah) :
"Para Siaga …………..  Dahulu kala di sebuah hutan yang indah, rindang dengan pepohonan, air yang jernih melimpah, hiduplah banyak binatang seperti kancil, banteng, rusa, ....."  (dst … Bunda menunjukan gambar-gambar binatang dan para siaga akan  menjawab dengan lantang nama binatang yang gambarnya ditunjukan oleh Bunda satu persatu).

Bunda melanjutkan (Narasi tanpa alat bantu gambar):
“Semua binatang itu hidup di hutan dengan rukun, damai dan tolong menolong" - seperti para Siaga Bunda ... bukan - Betul Bunda ... jawab Para Siaga .... Bunda melanjutkan narasinya : "Kancil  adalah binatang yang cerdik, pandai dan suka menolong. Banyak binatang yang datang minta tolong dan nasehat, Kancil dengan senang hati tanpa pamrih memberikan pertolongan. Karena sifat baiknya itu, Kancil  diangkat menjadi pemimpin dan sangat dicintai oleh binatang-bintang lain di hutan itu”

Bunda melanjutkan (narasi dengan alat bantu  Boneka kancil dan rusa)
“Di suatu sore yang indah … Kancil sedang berjalan santai ditengah hutan (Boneka Kancil – diperagakan seperti sedang berajalan), bertemulah Kancil dengan sekerumunan rusa yang sedang bermain :

Bunda  (Dialog dengan membedakan antara suara kancil dan rusa)   
Kancil      :   “Sahabat-sahabatku rusa yang super ….. apakabar sore ini”
Rusa         :   “Kabar kami baik Kancil, makanan tidak kurang karena hutan ini subur,
                      udara juga bersih karena tidak ada polusi, pohon-pohon besar membikin hutan
                      ini juga teduh”
Kancil      :   “Ya betul kawan-kawan, hutan kan ciptaan Tuhan yang harus kita rawat.
                     Terus kalian sedang ngapain sore-sore begini berkumpul ….”
Rusa        :    “Kami akan bermain, bergembira,  bernyanyi, bertepuk tangan dan menari – bersahabat,
                     belajar sambil bersenang-senang.  Ayo dong Kancil ikut sebentar bernyanyi bersama
                     kami …”
Kancil     :    “Oh ya ya ya, saya juga suka bernyanyi … kalian akan bernyanyi apa ?"   
Rusa        :    “Di sini senang, Di sana Senang ….  Kancil" jawab rusa dengan halus.. 

Bunda  (Narasi  dengan nada riang)
Rusa memanggil teman-temannya : “Ayo teman-teman kita bernyanyi bersama Kancil yang baik hati ……”  Teman-teman rusa datang berkumpul dan kemudian mereka bernyanyi bersama Kancil.

(Bunda kemudian mengajak para Siaga bernyanyi) "Apakah para siaga disini juga mau bernanyi bersama kancil dan rusa ...?   : Mau Bunda - jawab para siaga. (Bunda memainkan boneka kancil dan rusa di tangan seolah-olah bernyanyi bersama para siaga)

Bunda  (Narasi - tanpa alat peraga ) :
“Setelah kancil puas menemani bermain para rusa, Kancil pun meras haus dan pergi ke sungai untuk minum. Sesampai di sungai kancil minum sepuas-puasnya. Kancil melihat ke sebarang sungai, kemudian ia bergumam dalam hati : alangkah baiknya kalau saya bisa menyebarang ya, di seberang sana rumputya segar-segar dan buahnya matang-matang. Kancilpun melamun. Di tengah lamunannya tiba-tiba kancil merasa kakinya ada yang menggigit ”

Bunda (Dialog dengan membedakan antara suara kancil dan buaya)
Kanci     :  “Siapakah gerangan, yang sedang menemaniku minum di sungai  –
                  Tahukan kau … bahwa yang Kau gigit adalah sebatang bambu ...",
                   kata kancil dengan lembut, cerdik bersiasat. 

Bunda (Narasi dengan intonasi dan lagu bahasa yang mampu membangun suasana tegang) :
Kancil yang cerdik berusaha menyelamatkan dirinya dari binatang yang menggigitnya. Tidak lama gigitan itu lepas dan kancilpun seketika melompak ke pinggir sungai ….. hup.  Tidak lama kemudian seekor buaya besar muncul ke permukaan sungai dan kancil sudah menduga kalau yang menggingit kakinya tadi adalah buaya yang nakal.

Bunda (melanjutkan dialog) :
Kancil     :  “Oh … kau buaya …. Kenapa tadi kau gigit kakiku …..”
Buaya     :   “ Jadi …. Jadi …. Jadi, yang tadi aku gigit itu benar-benar kakimu,
                    kenapa saya lepas … aduh rugi saya. Heh Kancil, kenapa tadi kau bohongi aku
                    kalau yang aku gigit itu bambu …”. kata si buaya marah.
Kancil     :  “oooooo …. Jadi kau buaya,  benar-benar mau memakan aku ya …
                   aku kan sahabatmu buaya … aku kan sering menolong kamu ….  (kata si Kancil
                   tetap dengan lemah lembut menasehati)
Buaya     :  “Tidak peduli kancil, aku sedang lapar …. aku harus makan  …
                   siapa saja harus aku makan, biar sahabatku sekalipun yang penting aku senang,
                   aku kenyang …..”  jawab buaya dengan sombong.
Kancil    :  “Hei buaya,  tidak boleh seperti itu, itu namanya sikap tamak, sikap sombong,
                   sikap mau menang sendiri. Tuhan tidak senang dan kamu akan kehilangan kawan.
                   Hei ... buaya,  tahukah kamu kalau aku utusan Nabi Sulaeman …" jawab kancil
                   dengan cerdik.
Buaya     :  “Ohh, maaf, maaf Kancil. saya tahu. semua binatang takut dengan Nabi Sualeman"
Kancil     : “Nah kamu tahu nggak, kalau aku ke sini disuruh Nabi Sulaeman untuk menghitung
                   jumlah buaya yang ada di sungai ini … karena Nabi Sulaeman yang  baik budinya itu
                   akan memberi hadiah kepada kalian semua”

Bunda (Narasi - dengan intonasi untuk menurunkan tensi ketegangan)
Mendengar penjelasan Kancil, si Buaya amat senang karena akan dapat hadiah. Maka si buaya itu atas perintah kancil mengumpulkan semua teman-temannya. Setelah berkumpul kancil menyuruh seluruh buaya berbaris hingga membentuk barisan seperti jembatan dari satu tepi sungai ke tepi sungai lainnya”.

Kancil  : “Bagus Kalian sudah berbaris dengan rapi … sekarang saya akan mulai menghitung”

Bunda (Narasi dengan lagu bahasa yang ceria dan lucu)
Kancilpun mulai menghitung buaya satu-persatu, dengan cara menginjaknya.  Kalau pas sampai dibuaya yang besar dan nakal maka kancil akan menginjak kepala buaya dengan sedikit keras - hingga si buaya kesakitan. Kalau buaya itu kecil dan baik hati maka kancil akan menginjak bagian punggungnya dengan pelan dan hati-hati.  Setelah semua dihitung, sampailan kancil di seberang sungai dan melompatlan dia ke atas tebing ..... hup  ... kemudian kancil berteriak lantang .....

Kancil     :  “Hei … buaya, terimkasih ya kalian telah menyeberangkan aku – aku tidak perlu
                  susah payah berenang ….. sekarang saya mau makan rumput yang hijau”
Buaya     : “Kancil ….. apa maksudnya kamu, kamu membohongi kami semua ya …”
Kancil    :  “hahaha, buaya-buaya … kenapa engkau begitu tamak dan sombong, tubuhmu yang
                  besar dan kuat ternyata menjadikan engkau tidak setia kawan. Aku yang sahabat
                  baikmu juga akan kau makan bagaimana dengan binatang lain. Sekarang aku puas
                  bisa memberi pelajaran kepada kamu”

Bunda Narasi (Narasi dengan lagu bahasa yang ceria karena happy ending):
" ... Kancilpun berlari meninggalkan sungai dan menuju tengah hutan untuk memetik buah dan memakan rerumputan segar. Sementara si Buaya yang tadi akan memakan kancil, dihukum oleh teman-temanya karena merasa dibohongi ….”.

Akhir Cerita
  • Ketika bunda selesai cerita- Bu Cik langsung memutar lagu gembira sesuai dengan tema cerita di atas. Selesai lagu, Bunda dan Bucik memberi kesempatan para siaga  untuk diskusi menanggapi cerita di atas di barung masing-masing dan menuliskan hasilnya di atas karton. Tanggapan hendaknya dalam kalimat pendek-pendek saja.
  • Bunda dan Bucik memberi kesempatan setiap barung untuk mempresentasikan hasil diskusinya sekaligus sebagai media belajar  “berbicara di depan umum”
  • Bunda mengakhiri kegiatannya dongengnya dengan memberikan kesimpulan tentang kandungan nilai dan apa yang bisa diteladani, serta memberikan hadiah kepada tiap barung atas hasil diskusinya yang sangat super.
Kegiatan selesai.



Catatan :
Format di atas adalah sebuah contoh mengemas fabel menjadi media latihan para Pramuka Siaga. Bunda/Yanda, Pak Cik/Bu Cik dapat mengembangkan lebih baik lagi dan menggunakan cara pengemasan di atas untuk fabel atau dongeng-dongeng lainnya. Selamat memandu.

Lihat topik/entri terkait :

Sumber :
Diadaptasi dari berbagai sumber seperti : buku, jurnal ilmaih dan media online untuk kepentingan Ensiklopedia Pramuka.


'aiw.