Showing posts with label M. Show all posts
Showing posts with label M. Show all posts

Monday, 13 January 2014

Manejemen Konflik : Kuesioner Gaya Anda Mengelola Konflik





PENGANTAR
Di bawah ini adalah kuesioner yang dapat membantu seseorang untuk melihat dan  mengidentifikasi kecenderungan  gaya dalam mengelola atau menyelesaikan konflik yang sedang dihadapi.  Melalui kuesioner ini akan dapat diperoleh gambaran gaya apa yang dominan pada diri seseorang dalam menyelesaikan konflik, apakah bergaya Menghindari Konflik (The turtle), Melawan  (The Shark),
Mengakomodasi (The Teddy Bear), Kompromi (The Fox) atau Berkolaborasi (The Owls).


SKALA 
Skala berikut ini  terkait atau  menunjukkan tingkat kesesuaian antara cara  anda dengan masing-masing pernyataan di bawah ini. Skala:
5 - Sangat sesui  dengan  cara saya dalam mengatasi konflik
4 - Seuai dengan   cara saya dalam mengatasi konflik
3 - Ragu-ragu (kadang-kadang sesuai-kadang-kadang tidak dengan cara saya mengatasi konflik)
2 - Jarang saya melakukan hal itu dalam mengatasi konflik
1 - Tidak pernah saya melakukan hal itu dalam mengatasi konflik


KUESIONER
Baca, pahami dan hayati baik-baik setiap pernyataan di bawah ini, kemudian lakukan penilaian anda dengan memberi skor  1 - 5 sesuai dengan skala di atas. Skor yang anda pilihan tulis pada kolom "penilaian anda".


NO
PERNYATAAN
PENILAIAN ANDA
1
Lebih mudah menahan diri dari pada mundur dari pertengkaran

2
Jika  seseorang tidak mau menerima pendapat dan tindakan yang  saya lakukan, maka saya akan terus berusaha meyakinkan agar ia sependapat dan bertindak sesuai dengan saya.

3
Berkata-kata dengan lemah lembut akan dapat menenangkan dan melunakkan hati yang keras/marah.

4
Jika seseorang  berlaku kasar/curang pada diri saya, maka saya akan melakukan hal yang sama terhadap orang tersebut.

5
Mari lakukan/kerjakan terlebih dahulu, baru kemudian kita bersama-sama mencari alasan-alasan melakukan hal itu.

6
Ketika dua orang bertengkar, orang pertama yang mengalah/diam adalah orang yang paling terpuji .

7
Kekuatan dapat mengatasi kebenaran.

8
Kata-kata lemah lembut akan melahirkan tindakan yang lemah lembut pula.

9
Lebih baik ada setengah potong roti, daripada tidak ada roti sama sekali.

10
Kebenaran tergantung pada ilmu pengetahuan bukan pada pendapat mayoritas/terbanyak.

11
Seseorang yang melarikan diri dari masalah, maka akan menghadapi masalah lain di tempat yang lain.

12
Kebaikan yang dilakukannya dapat  menaklukkan atau  membuat lawan-lawanya menyerah/kalah.

13
Taklukan lawan/musuh anda dengan kebaikan.

14
Jika segala sesuatu dilakukan dengan adil maka tidak akan membuat perselisihan/pertengkaran.

15
Tidak ada seorangpun  yang memiliki pendapat/jalan keluar  terhadap sebuah persoalan secara sempurna namun setiap orang memiliki kemampuan untuk memberi masukan/pendapat  sekecil apapun.

16
Jauhi orang-orang yang tidak setuju dengan pendapat anda.

17
Pertempuran hanya dimenangkan oleh orang-orang yang percaya bahwa dirinya dapat meraih kemenangan.

18
Berkata-kata dengan  baik dan bijak tidak membutuhkan biaya.

19
Gayung bersambut merupakan tindakan yang diinginkan oleh  semua orang.

20
Hanya orang-orang yang bersedia tidak memonopoli kebenaran (merasa benar sendiri) akan selalu dapat meraih manfaat  dari kebenaran yang disampaikan oleh orang lain.

21
Hindari orang-orang yang senang berselisih/bertengkar,  karena orang-orang seperti itu akan membuat hidup Anda menderita.

22
Seseorang yang tidak melarikan diri dari masalah justru akan membuat orang lain malah melarikan diri dari masalah.

23
Kata-kata yang disampaikan dengan lemah lembut akan dapat membangun kehormanisan pergaulan.

24
Memberikan hadiah pada seseorang akan dapat membangun persahabatan lebih baik.

25
Hanya dengan cara menghadapi   konflik secara terbuka dan langsung,  dapat ditemukan solusi/jalan keluar terbaik dari konflik itu.

26
Cara terbaik menangani konflik adalah dengan menghindari berhubungan langsung dengan pihak-pihak yang berkonflik.

27
Jika anda bermaksud berdiri maka letakkan kaki dibawah dengan baik.

28
Kelembutan akan menang melawan kemarahan/kekerasan.

29
Mendapatkan bagian dari apa yang Anda inginkan, itu  lebih baik daripada tidak mendapatkan apa-apa sama sekali .

30
Keterbukaan, kejujuran​​, dan kepercayaan akan dapat memindahkan “gunung”.

31
Tidak ada yang begitu penting bagi anda, kecuali berjuang untuk (menyelesaikan/mendapatkan) apa yang diinginkan.

32
Hanya ada dua jenis orang di dunia ini, yaitu pemenang dan pecundang .

33
Ketika seseorang memukul anda dengan sebutir batu, maka kembali pukulah dia dengan sepotong kapas.

34
Ketika kedua belah pihak menyerah di tengah jalan, maka sejatinya penyelesaian (konflik) telah dapat diraih.

35
Dengan terus menggali dan menggali tanpa lelah, maka kebenaran akan dapat ditemukan


SCORE SHEET
Pindahkan score hasil "penilaian anda" diatas kedalam score sheet di bawah ini kemudian jumlahkan. Jumlah terbesar akan menunjukan kecenderungan gaya anda dalam menyelesaikan konflik. Deskripsi terhadap gaya anda dalam menyelesaikan konflik pada dibaca pada topik : 5 Gaya Resolusi Konflik.

Pemanfaatan kuesioner ini dalam kegiatan pelatihan hendaknya diikuti dengan diskusi dan pengayaan yang dibimbing oleh para narasumber agar peserta pelatihan memperoleh manfaat optimal.

Isilah score sheet dibawah ini berdasar hasil dari penilaian  anda terhadap kuesioner di atas :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
Total:





TURTLE
avoiding
(menghindari)
SHARK
competing
(melawan)
TEDDY BEAR
acommodating
(akomodatif)
FOX
compromising
(kompromi)
OWL
Collaborating
(kolaboratif)



CATATAN :
Mampu mengelola konflik merupakan salah satu kompetensi yang dikembangkan dalam pendidikan kepramukaan. Kuesioner di atas merupakan alat bantu yang efektif bagi pelatihan "Menejemen Konflik"  baik bagi anggota dewasa dalam berbagai kegiatan kursus mahir maupun bagi peserta didik khususnya  Pramuka Penegak Pandega baik dalam latihan rutin maupun kegiatan pelatihan lain seperti : LPK, KPDK, Dianpinsat, dll.
 
Selamat mencoba,  Salam Pramuka

 Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005





Saturday, 11 January 2014

Menejemen Konflik : 5 Gaya Resolusi Konflik





PERBEDAAN GAYA MENGELOLA KONFLIK

Berbeda orang berbeda pula model dan strategi mengelola konflik. Strategi memecahkan konflik dapat dipelajari berdasarkan pengalaman masa kanan-kanak dan biasanya berfungsi secara otomatis. Manusia umumnya tanpa disadari  memiliki kemampuan alami menghadapi situasi konflik. 

Meski demikian setiap pribadi memang memiliki kemampuan untuk menemukan cara yang berbeda. 
Kemampuan tersebut terus dipelajari dan dikembangkan hingga kemudian ditemukan beragam model dan strategi yang efektif untuk resolusi atau memecahkan konflik .Ketika kita  terlibat dalam suatu konflik, maka ada dua masalah utama Anda harus diperhatikan dan diperhitungkan, yaitu  :
  1. Karena keinginan mencapai tujuan pribadi Anda - Anda berada dalam konflik karena Anda memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan orang lain. Tujuan Anda mungkin sangat penting bagi Anda  atau mungkin kurang penting tetapi harus diperjuangkan untuk dapat dicapai.
  2. Karena keinginan menjaga hubungan baik dengan orang lain - Anda mungkin perlu untuk dapat berinteraksi secara efektif dengan orang lain baik  pada saat ini maupun di masa depan. Hubungan tersebut mungkin sangat penting bagi Anda  atau malah mungkin kurang penting tetapi perlu dipertahankan.  

5  GAYA MENGELOLA KONFLIK 

Seberapa penting tujuan pribadi dan seberapa penting hubungan Anda dengan orang lain, merupakan dua hal yang mempengaruhi bagaimana Anda akan bertindak dalam suatu konflik . Dalam kaitan ini ada lima gaya pengelolaan konflik yang mungkin bisa diterapkan berdasarkan situasi dan kondisi : 
  • Gaya Menghindari Konflik (The turtle). Gaya ini disebut Gaya Kura-kura. Seperti halnya kura-kura orang yang berkonflik lebih senang menarik diri bersembunyi dalam cangkannya. Tipe ini cenderung menghindar dari konflik dan mengorbankan tujuan-tujuan pribadi. Mereka lebih suka menghindari konflik karena percaya bahwa konflik cenderung tidak dapat diselesaian - mereka merasa takberdaya.   Mereka merasa tak berdaya . Orang yang menggunakan gaya ini percaya bahwa setiap usaha memecahkan konflik hanya akan sia-sia. Lebih mudah menarik diri dari konflik, secara fisik maupun psikologis, daripada menghadapinya. Mereka percaya lebih mudah untuk mencapai sesuatu dengan  mengedepankan harmoni  atau hasil yang imbang dan menyenangkan semua pihak daripada menghadapi konflik secara frontal.
    • Gaya Bersaing/Melawan (The Shark). Gaya ini disebut Gaya Ikan Hiu. Seperti halnya ikan hiu seseorang akan  mencoba  mengalahkan lawan dengan memaksa mereka untuk menerima solusi konflik yang ditawarkan. Mencapai tujuan yang ditetapkan lebih penting sedangkan menjaga hubungan (baik) dianggap kurang penting . Mereka berusaha untuk mencapai tujuan dengan beragam cara dengan tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain . Mereka tidak peduli apakah orang lain suka atau menerima mereka.  Gaya Hiu berasumsi bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan  satu orang sebagai pemenang dan satu orang sebagai pihak yang kalah. Kemenangan  memberi hiu rasa bangga dan prestise. Sebaliknya kekelahan akan  memberi mereka rasa sedih, gagal dan tidak berdaya. Mereka mencoba untuk menang dengan menyerang,  mengutamakan kekkauan, kebesaran bahkan tidak jarang dengan cara  mengintimidasi orang lain .


    • Gaya Mengakomodasi (The Teddy Bear). Gaya ini disebut Gaya Beruang. Gaya ini lebih mengutamakan hubungan karena hubungan sangatlah penting, sementara tujuan mereka sendiri tidak begitu penting . Beruang bersikap ingin diterima dan disukai oleh orang lain oleh sebab itu selalu  berpikir bahwa konflik harus dihindari demi keharmonisan dan bahwa orang tidak dapat mendiskusikan konflik tanpa merusak hubungan. Mereka takut bahwa jika konflik terus berkelanjutan akan menjadikan seseorang sakit hati  dan itu akan merusak hubungan. Gaya ini seringkali  mengkompromikan tujuan demi menjaga kelanggengan hubungan. Beruang berkata, "Aku  akan melupakan  tujuan saya dan membiarkan Anda memiliki apa yang Anda inginkan, agar Anda seperti saya, yang penting hubungan kita tetap baik.
    • Gaya Kompromi (The Fox). Gaya ini disebut Gaya Rubah. Rubah peduli dengan tujuan diri sendiri dan juga peduli menjaga hubungan dengan orang lain. Rubah lebih suka mencari kompromi,  mereka  bersedia mengurangi pencapaia tujuan diri sendiri dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang sama hingga tercapai kompromsi. Mereka mencari solusi konflik di mana kedua belah pihak sama-sama memperoleh sesuatu atau  jalan tengah antara dua posisi yang saling berlawaan. Gaya ini juga bersedia mengorbankan bagian dari tujuan dan hubungan mereka dalam rangka untuk menemukan kesepakatan untuk kepentingan bersama .
    • Gaya Berkolaborasi (The Owls) . Gaya ini disebut Gaya Burung Hantu. Burung Hantu/Owls sangat menghargai tujuan dan juga hubungan baik. Mereka memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan dengan mencari solusi terbaik untuk mencapai tujuan kedua belah pihak yaiyu tujuan mereka sendiri dan tujuan dari orang lain. Owls melihat konflik sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan dengan mengurangi ketegangan antara para pihak. Mereka mencoba untuk selalu membuka  diskusi dengan mengidentifikasi masalah penyebab konflik.  Dengan cara mencari solusi yang memuaskan diri sendiri dan diri orang lain Owls dapat dikatakan selalu berupaya mempertahankan hubungan . Owls selalu tidak puas sampai dapat menemukan solusi  yang dapat mengantarkan pencapaian tujuan para pihak. Owls juga tidak puas jika  ketegangan dan perasaan negatif yang terjadi belum dapat diselesaikan secara tuntas.


     Lihat entri/topik terkait :

    Sumber :
    World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005