Showing posts with label D. Show all posts
Showing posts with label D. Show all posts

Wednesday, 8 January 2014

Dasa Darma Pramuka : dari Masa ke Masa




PENGANTAR

  • Kode Kehormatan Pramuka  terdiri atas janji yang disebut "satya" dan ketentuan moral yang disebut "darma". Kode Kehormatan merupakan salah satu unsur dalam prinsip dasar metode pendidikan kepramukaan.
  • Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral berisi 10 darrma disebut dengan "Dasa Darma".
  • Dasa Darma merupakan alat pendidikan mandiri yang progresif untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
  • Dasa Darma merupakan bentuk, upaya dan panduan memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati serta mematuhi system nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota;
  • Dasa Darma juga merupakan landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan kepramukaan yang kegiatannya mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
  • Dasa Darma juga menjadi landasan dan kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka, yang berperan sebagai landasan serta ketentuan moral, yang diterapkan bersama berbagai ketentuan lain yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggung jawab antar anggota serta pengambilan keputusan oleh anggota.
  • Dasa Darma Pramuka telah mengalami beberapa kali perubahan dari masa ke masa meski tetap mengandung substansi dan fungsi yang sama.

PERUBAHAN DASA DARMA DARI MASA KE MASA


DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam lampiran dari Keppres No.238 Tahun 1961 :
  1. Pramuka itu dapat dipercaya;
  2. Pramuka itu setia;
  3. Pramuka itu sopan dan perwira;
  4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka;
  5. Pramuka itu penyayang sesama mahluk;
  6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa;
  7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah;
  8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran;
  9. Pramuka itu hemat dan cermat;
  10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan;

DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam Keppres No.156 Tahun 1966 (Muker Anpuda II tahun 1966) :
  1. Kami Pramuka Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan patriot Indonesia yang setia;
  3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat;
  4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan untuk kemuliaan Indonesia;
  5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila;
  6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya, bersusila dan berbudi luhur;
  7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja;
  8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesusahan;
  9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira untuk dapat berguna;
  10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin;

DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, berdasar Keputusan Kwarnas No.123/KN/78 yang diperbaharui dengan Keputusan Kwarnas No.036 Tahun 1979 tentang Dasadarma Pramuka (Munas'78) dan tetap dipertahankan sampai Munas 2003 :

     Dasadarma Pramuka
     Pramuka itu :
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
  3. Patriot yang sopan dan ksatria;
  4. Patuh dan suka bermusyawarah;
  5. Rela menolong dan tabah;
  6. Rajin, terampil dan gembira;
  7. Hemat cermat dan bersahaja;
  8. Disiplin, berani dan setia;
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;

DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kwarnas No.203 Tahun 2009 :
  
 Dasadarma
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
  3. Patriot yang sopan dan ksatria;
  4. Patuh dan suka bermusyawarah;
  5. Rela menolong dan tabah;
  6. Rajin, terampil dan gembira;
  7. Hemat, cermat dan bersahaja;
  8. Disiplin, berani dan setia;
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;


Lihat entri/topik terkait :
Kode Kehormatan Pramuka


Sumber :
https://www.facebook.com/abdullah.sarie diakses tanggal 8 Januari 2014, pukul 06.00 wib, dimuat atas seijin penulisnya, yaitu Kak Abdullah Sarie.

Catatan :
Kak Abdullah Sarie, adalah  Waka Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi

Friday, 24 May 2013

Dongeng Boneka sebagai Media Pendidikan Kepramukaan




Pengantar

Perkembangan zaman melahirkan tuntutan, aspirasi, motivasi dan harapan-harapan  baru  para peserta didik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan. Para Pembina Pramuka diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan terus-menerus melakukan inovasi agenda,  metode dan penggunaan media latihan kepramukaan. Tanpa upaya seperti itu akan menyebabkan hilangnya antusiasismenya peserta didik dalam mengikuti kegiatan dan latihan pramuka.

Mendongeng dengan boneka merupakan salah satu media pendidikan yang bisa digunakan oleh para Pembina Pramuka untuk menghadirkan latihan pramuka yang menyenangkan dan menggairahkan. Pemakaian boneka sebagai media pendidikan populer sejak tahun 1940-an terutama ketika mulai banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan di Amerika. Bahkan di daratan Eropa seni pembuatan boneka telah sangat tua, lebih tinggi kehaliannya  dan sangat populer penggunaanya sebagai media pendidikan di bandingkan di Amerika.

Di Indonesia penggunaan boneka sebagai media pendidikan massa juga sudah sejak lama dilakukan di tengah masyarakat. Di Jawa Barat dikenal dengan tradisi boneka tongkat berbentuk “Wayang Golek” yang dipakai untuk memainkan dan menyampaikan pesan-pesan moral cerita Mahabarata dan Ramayana. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah dikenal pula boneka tongkat dengan dua dimensi dibuat dari kayu yang disebut “Wayang Krucil”. Di dua wilayah ini dikenal pula boneka bayang-bayang yang disebut “Wayang Kulit”. Disamping itu terdapat  berbagai jenis tradisi cerita lain berbasis boneka yang tersebar di seluruh nusantara.


Boneka sebagai Media Pembelajaran

Boneka adalah tiruan dari bentuk manusia dan bentuk  binatang. Boneka manusia merupakan model dari manusia, atau yang menyerupai manusia sangat banyak bentuk dan ragamnya. Boneka  hewan merupakan model dari hewan dengan beragam bentuk dan perbandingan. Awalnya  boneka hanya merupakan benda dekorasi atau koleksi untuk anak yang sudah besar atau orang dewasa dan sebagai media permainan untuk anak-anak perempuan.

Bentuk boneka yang sangat menarik minat anak-anak melahirkan ide penggunaan boneka sebagai media pembelajaran dengan cara dimainkan dalam sandiwara boneka. Boneka sebagai media cerita memiliki banyak kelebihan dan keuntungan. Anak-anak  pada umumnya menyukai boneka, sehingga cerita  yang dituturkan lewat karakter boneka jelas akan mengundang minat dan perhatiannya. Anak-anak juga bisa terlibat dalam permainan boneka dengan ikut memainkan boneka dalam sebuah dongeng atau cerita. Hal ini berarti, boneka bisa menjadi pengalih perhatian anak  sekaligus media untuk berekspresi  atau  menyatakan  perasaannya.  Bahkan  boneka  bisa  mendorong tumbuhnya fantasi atau imajinasi anak.

Mendongeng dengan alat peraga boneka, memerlukan sedikit keterampilan karena tokoh yang akan dibawakan atau boneka yang dipegang harus sesuai dengan karakter dalam cerita. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, ketika mendongeng dengan alat peraga boneka:
  • Jarak boneka tangan harus agak jauh dari mulut.
  • Kedua belah tangan harus lentur dalam memainkan boneka.
  • Bisa diiringi dengan musik untuk menambah suasan.
  • Libatkan anak-anak dalam adegan cerita yang dibawakan.
  • Sesekali adakan dialog antara tokoh boneka dan pendengar atau penonton.
  • Suara karakter dari tokoh cerita dongeng harus pas sesuai peran.
  • Ajak pendengar atau penonton bernyanyi bersama boneka guna memperoleh keterikatan dalam cerita dongeng.
  • Seusai mendongeng jangan lupa ulas pesan yang terkandung dalam dongeng tersebut; boneka seolah-olah berbicara pada anak-anak (pendengar atau penonton).


Manfaat Mendongeng dengan Boneka

Manfaat mendongen atai cerita boneka sebagai media pendidikan  sudah sangat banyak dibahas oleh para ahli.  Umumnya para ahli menyatakan bahwa  dongeng  sangat bermanfaat bagi pengembangan anak. Dongen  sebagai media belajar  juga dapat melahirkan suasana belajar yang menyenangkan, interaktf, inspiratif dan motivatif.  Manfaat dongen secara lebih luas adalah :

  • Membantu pembentukan pribadi dan moral anak. Cerita sangat efektif membentuk pribadi dan moral anak. Melalui cerita, anak dapat memahami nilai baik dan buruk yang berlaku pada masyarakat.
  • Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi. Cerita dapat dijadikan sebagai media menyalurkan imajinasi dan fantasi anak. Pada saat menyimak cerita, imajinasi anak mulai dirangsang. Imajinasi yang dibangun anak saat menyimak cerita memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan anak dalam menyeelesaikan masalah secara kreatif.
  • Memacu kemampuan verbal anak. Ceritadapat memacu kecerdasan linguistik anak. Cerita mendorong anak bukan saja senang menyimak cerita tetapi juga senang bercerita atau berbicara. Anak belajar tata cara berdialog dan bernarasi.
  • Merangsang minat menulis anak. Anak yang terbiasaa memahami cerita dan lebih awal berkenalan dengan cerita akan memiliki kemampuan menulis dengan baik.
  • Merangsang minat baca anak. Kegiatan bercerita dengan buku menjadi ‘pelatihan” baca yang penting. Cerita akan menumbuhkan minat anak terhadap bacaannya.
  • Membuka cakrawala pengetahuan anak. melalaui cerita anak akan mendapatkan berbagai pengetahuan yang bermanfaat.

Jenis-jenis Boneka sebagai Media Pembelajaran 

Boneka jari

  • Boneka ini dibuat dengan alat sederhana seperti tutup botol, bola pingpong, kapas, dakron, gabus, bambu kecil, dll  yang dapat dipakai sebagai kepala boneka. Sesuai dengan namanya boneka ini dimainkan dengan menggunakan jari tangan. 
  • Cara memainkannya kepala boneka diletakkan pada ujung jari kita/ dalam. Dapat juga dibuat dari semacam sarung tangan, dimana pada ujung jari sarung ta-ngan tersebut sudah berbentuk kepala boneka dan dengan demikian kita/ dalam tinggal memainkannya saja.
      
    Boneka Tangan

    • Kalau boneka dari setiap ujung jari kita dapat memainkan satu tokoh, lain halnya dengan boneka tangan. Pada boneka tangan ini satu tangan kita hanya dapat memainkan satu boneka. Disebut boneka tangan, karena boneka ini hanya terdiri dari kepala dan dua tangan saja, sedangkan bagian badan dan kakinya hanya merupakan baju yang akan menutup lengan orang yang memainkannya disamping cara memainkannya juga hanya memakai tangan (tanpa menggunakan alat bantu yang lain).
    • Cara memainkanya adalah jari telunjuk untuk memainkan atau menggerakkan kepala, ibu jari, dan jari tangan untuk menggerakkan tangan. Di Indonesia penggunaan boneka tangan sebagai media pendidikan/ pembelajaran di sekolah-sekolah sudah dilaksanakan, bahkan dipakai diluar sekolah yaitu pada siaran TVRI dengan film seri boneka “Si Unyil” dan jiuga "Si Komo".
      
    Boneka Tongkat
    • Disebut boneka tongkat karena cara memainkannya dengan menggunakan tongkat. Tongkat-tongkat ini dihubungkan dengan tangan dan tubuh boneka. Wayang Golek di Jawa Barat misalnya adalah termasuk boneka jenis ini.
    • Untuk keperluan penggunaan boneka tongkat sebagai media pendidikan/ pembelajaran di sekolah, maka tokoh-tokohnya dibuat sesuai dengan keadaan sekarang. Misalnya dibuat tokoh tentara, pedagang, lurah, nelayan dan sebagainya Boneka tongkat dapat dibuat darikayu yang lunak seperti kayu kemiri, randu, dan sebagainya.

        Boneka Tali

        • Boneka tali atau “Marionet” banyak dipakai dinegara barat. Perbedaan yang menyolok antara boneka tali dengan boneka yang lain adalah, boneka tali bagian kepala, tangan, dan kaki dapat digerak-gerakkan menurut kehendak kita/dalangnya. 
        • Cara menggerakkannya dengan tali. Dengan demikian maka kedudukan tangan orang yang memain-kannya berada di atas boneka yang dimainkannya. Untuk memainkan boneka tali diperlukan latihan-latihan yang teratur, sebab memainkan boneka tali ini memerlukan keterampilan yang lebih sulit dibandingkan dengan memainkan boneka-boneka yang lainnya. Adakan tetapi memiliki kelebihan lebih hidup dari pada boneka yang lain, karena mendekati gerak manusia atau tokoh yang sebenarnya.

          Boneka Bayang-bayang
          • Boneka bayang-bayang (Sadhow Puppet) adalah jenis boneka yang cara memainkannya dengan mempertontonkan gerak bayang-bayang dari boneka tersebut. Di Indonesia khususnya di Jawa dikenal dengan “Wayang kulit” dengan latar ceita ramayana dan mahabarata.
          • Untuk keperluan pendidikan dapat diciptaka tokoh-tokoh baru dengan nuansa kekinian seperti polisi, tentara, pembina pramuka, orang tua, dsb. Untuk memainkan boneka ini diperlukan ruangan gelap/tertutup dan  lampu sorot untuk membuat bayang-bayang layar.


            Selamat Berekspresi. Salam Pramuka

            Lihat Entri/Topik Terkait :
            Dongeng Boneka Jari sebagai media Pendidikan Kepramukaan
            Dongeng Boneka Tangan sebagai media Pendidikan Kepramukaan
            Dongeng Boneka Tongkat sebagai media Pendidikan Kepramukaan
            Dongeng Boneka Tali sebagai media Pendidikan Kepramukaan
            Dongen Boneka Bayang-bayang sebagai media  Pendidikan Kepramukaan


            Sumber :
            www.griyabelanja.com
            www.satulingkar.com
            www.getscoop.com
            www.tradisidongen.blogspot.com
            www.aaps10.blogspot.com
            www.molylovelyme.blogspot.com














            Saturday, 20 April 2013

            Dinamika Kelompok : Jendela Johari




            Pengantar

            Penerapan sistim beregu (barung/regu/sangga/reka) sebagai salah satu metode pendidikan kepramukaan agar efektif membutuhkan pengembangan yang terus menerus. Regu (barung/regu/sangga/reka) yang sehat adalah yang anggotanya dinamis, memiliki saling pengertian yang tinggi, mampu bekerjasama secara positip, saling mengisi dan mengoreksi secara sehat dan bijaksana serta saling memotivasi dan menginspirasi. Para Pembina Pramuka dituntut mampu menerapkan "menejemen pengembangan regu" yang sehat,  dinamis, menarik dan efektif dengan beragam cara. Berbagai permainan dan metode pelatihan "Dinamika Kelompok"  perlu dikuasai oleh Para Pembina untuk membantu tugasnya itu. Salah satu bentuk dinamika kelompok yang sangat efektif  untuk "membangun perilaku regu/kelompok" yang sehat adalah "Jendela Johari". 


            Pengertian

            Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi dalam kelompok

            Konsep ini disebut dengan "Johari" karena  merupakan gabungan nama dari kedua orang ahli penemunya (Joseph & Harry). Jendela Johari  pada dasarnya menggambarkan tingkat saling pengertian antar orang yang berinteraksi dalam sebuah kelompok/organisasi/lembaga/dll. Jendela Johar juga mencerminkan tingkat keterbukaan diri yang dibagi dalam empat bagian yaitu; open, blind, hidden dan unknown. 

            Konsep

            Jendela Johari bisa dijadikan sebagai media permainan dinamika kelompok. Sebagai sebuah permainan, Jendela Johari membutuhkan keseriusan dalam penerpannya agar menghasilkan manfaat yang besar.  Jendela Johari  berfungsi untuk memetakan sifat orang yang  dalam permainan ini sifat orang tersebut dikelompokkan kedalam menjadi 4 jenis, yaitu “Open/terbuka”, “Blind/buta”, “Hidden/tersembunyi”, dan “Unknown/tidak diketahui”. Keempat sifat tersebut dipetakan dan ditulis dalam sebuah sebuah persegi yang terbagi menjadi empat kuadran. 

            • Kuadran 1 (Open/terbuka) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain (saya tahu orang lain tahu).  Sifat “open/diketahui” adalah sifat yang diketahui oleh pemilik sifat dan juga diketahui  orang lain. Pemilik sifat merasa mempunyai sifat ini, dan orang lain juga tau sesorang memiliki sifat ini. 
            • Kuadran 2 (Blind/buta ) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri (saya tidak tahu orang lain tahu) 
            • uadran 3 (Hidden/tersembunyi) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain (saya tahu orang lain tidak tahu). 
            •  Kuadran 4 (Unknown/tidak diketahui) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain (saya tidak tahu orang lain tidak tahu).




            Perilaku/perasaan/motivasi dimaksud di tiap kwadarn/kotak diisi  dengan kata sifat yang berjumlah 55 jenis yaitu : able (berkemampuan), accepting (diterima), adaptable (adaptif), bold (tegas), brave (berani), calm (tenang), caring (peduli), cheerful (ceria), clever (cerdas), complex (rumit/ruwt), confident (percaya diri), dependable (bisa diandalkan), dignified (berwibawa), energetic (energik), extroverted (ekstovet/terbuka), friendly (ramah/bersahabat), giving (mudah memberi), happy (ceria/bahagia), helpful (ringan tangan/mudah membantu), idealistic (idealis), independent (mandiri), ingenious (cerdas/banyak akanl), intelligent (cerdas/pandai), introverted (introvet/tertutup), kind (baik hati), knowledgeable (berpengetahuan), logical (logis), loving (penuh kasih sayang), mature (dewasa), modest (sederhana), nervous (mudah gugup), observant (jeli), organized (terorganizir), patient (sabar), powerful (kuat), proud (membanggakan), quiet (tenang), reflective (reflektif), relaxed (santai), religious (agamis), responsive (tanggap), searching (pencari), self-assertive (menonjolkan diri), self-conscious (percaya diri), sensible (bijaksana), sentimental (senitimental/mudah haru), shy (pemalu), silly (konyol), spontaneous (spontan), sympathetic (simpatik), tense (mudah tegang), dan trustworthy (dapat dipercaya).


             Alat & Perlengkapan
            • Kertas lembaran dengan kolom-kolom Jendela Johari  (lihat contoh di atas)
            • Daftar 55 kata sifat
            • Papan tulis/triplek/dll
            • Alat pendukung lain yang diperlukan  

            Cara Bermain

            • Kakak Pembina memberikan pengantar tentang pentingnya kelompok (regu/sangga) yang sehat, dinamis dan kreatif karena akan menjadi bekal berharga dalam bermasyarakat nantinya. Untuk mencapai kelompok yang semacam itu dibutuhkan adanya kerjasama antar anggota kelompok dan kerjasama baru bisa terbentuk jika ada saling pengertian. Dalam rangka membangun saling pengertian itulah maka Kakak Pembina akan mengajak bermain "Jendela Johari".
            • Kakak Pembina menjelaskan cara bermain, manfaat dan syarat permainan ini agar bisa mencapai tujuan yaitu jujur, terbuka, argumentatif dan tidak boleh memojokan, menjelekan dan mengundang konflik.
            • Kakak Pembina membagikan kertas  yang telah diisi dengan kolom-kolom "jendela johari" dan daftar 55 kata sifat, setiap anggota kelompok/sangga masing-masing mendapat lembaran sesuai kebutuhan. Disiapkan pula kertas cadangan. 

            Kakak Pembina menjelaskan cara mengisi sbb :

            • Kolom-kolom dalam Jendela Johari akan diisi dalam sebuah diskusi kelompok oleh masing-masing kelompok/sangga. Oleh sebab itu setelah dijelaskan masing-masing kelompok/sangga silakan mencari tempat yang nyaman dan aman. Diskusi dipimpin oleh  pemimpin sangga atau pemipin kelompok yang ditunjuk. 
            • Tahap pertama : masing-masing anggota mengisi terlebih dahulu kolom dalam kuadrant pertama yaitu kolom open/terbuka, yaitu sifat-sifat perilaku, perasaan, dan motivasi yang dia ketahui. Pilihlan 5 - 10 kata sifat yang paling sesuai dengan apa yang ada selama ini dalam diri sendiri.
            • Tahap Kedua :  setiap anggota kelompok secara begilir memberikan pendapat terhadap  sifat-sifat kawannya satu persatu sesuai dengan 55 kata sifat yang tersedia, pendapat disertai dengan argumentasi yang singkat. Kawan yang sedang dinilai tidak boleh memberi tanggapan, hanya mencapat terhadap penilaian tersebut. Fokus catatan adalah pada kita sifat dan penjelasan singkatnya saja.
            • Tahap ketiga :  setelah semua kawan mendapat giliran menilai kawannya yang lain maka tiba saatnya masing-masing anggota mengisi kotak-kotak yang lain berdasarkan masukan dari kawan-kawannya itu, dengan cara :
            • Pendapat dari kawan-kawannya yang sesuai dengan pendapat dirinya sendiri, masukkan dalam kotak/kuadratn pertama, karena ini termasuk sifat yang saya tahu orang lain juga tahu. Misalnya : saya berpendapat bahwa saya cerdas, bijak dan terbuka - ternyata dari hasil diskusi ada pendapat dari kawan-kawan yang sama tentang saya yaitu cerdas, bijak dan terbuka, maka berarti sifat ini diketahui oleh saya dan juga diketaui oleh orang lain.
            • Pendapat orang lain tentang diri saya yang tidak sesuai dengan pendapat saya, masukkan dalam kotak/kuadrant kedua, karena ini termasuk sifat yang orang lain tahu  tetapi saya tidak tahu. Misalnya : Dari hasil diskusi ternyata kawan-kawan saya  berpendapat bahwa saya peduli, dapat dipercaya dan pemalu sementara saya tidak merasa/tidka berpendapat  seperti itu.
            • Pendapat orang lain yang berbeda denga pendapat saya, masukan dalam kotak/kuadrant ketiga, karena ini termasuk sifat yang saya  tahu orang lain tidka tahu. Misalnya : menurut saya, saya memiliki sifat idealis dan mandiri, ternyata dari hasil diskusi tidak ada seorang kawanpun yang menyatakan bahwa saya memiliki sifa idealis dan mandiri.
            • Dari 55 kata sifat yang ada terdapat  sejumlah kata sifat, yang menurut saya dan kawan saya tidak ada dalam diri saya, masukan kata sifat ini dalam kuadratn keempat karena termasuk sifat-sifat tentang diri saya yang saya tidak tahu orang lain juga tidak tahu. 
            • Hasil ini dapat dipertukarkan dan didiskusikan antar anggota kelompok untuk memperkaya pendalaman masing-masing pribadi. Hasil "Jendela Johari"  kira-kira akan seperti :



            Manfaat Permainan

            Jendela Johari tepat untuk membangun atau meningkatkan dinamika kelompok pada regu/sangga/kelompok yang sudah cukup lama berinteraksi. Melalui permainan ini diharapkan para anggota kelompok memiliki konsep diri yang lebih mendalam baik dalam kaitan dengan keperluan "pengembangan kepribadiannya sendiri" mupun dalam "meningkatkan partisipasi dan sikapnya untuk membangun kelompok yang sehat"

            Melalui permainan ini juga dapat diketuhui pribadi-pribadi yang sulit  diterima kelompoknya dan pribadi-pribadi yang kesulitan dalam berkelompok. Kesulitan-kesulitan tersebut dapat diatasi dengan melakukan perubahan sikap dan konsep diri atas hal-hal negatif yang ditemukan melalui permainan ini.

            Konsep diri positif  adalah ketika pemahaman orang lain tentang diri kita sama tau bahkan lebih banyak daripada pemahaman kita tentang diri kita sendiri. Untuk memperoleh hal itu dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
            • Pengungkapan diri (Self Disclosure), dengan menceritakan informasi diri maka akan membuka daerah tersembunyi, sehingga orang lain akan mengetahui informas-informasi diri yang mungkin belum diketahuinya.  Dampaknya adalah semakin banyak informasi yang diketahui bersama dan akan memperluas daerah publik.
            • Umpan balik (feedback), informasi tentang diri yang diberikan oleh orang lain sebagai umpan balik akan membuka daerah buta sehingga seseorang yang menerima umpan balik akan lebih mengenal dirinya dan memperluas wilayah daerah A. Umpan balik bertujuan untuk memberikan informasi yang konstruktif bagi seseorang. Umpan balik diberikan ketika seseorang telah siap menerima umpan balik, karena jika orang itu tidak siap, umpan balik dapat berubah menjadi bumerang yang berbahaya.

            Joseph Luft berpendapat bahwa manusia harus terus meningkatkan self-awareness dengan mengurangi apa yang ada di Kuadran 2/area Blind. Kuadran 2 merupakan area rapuh yang berisikan apa yang orang lain ketahui tentang kita, tapi tidak kita ketahui, atau lebih kita anggap tidak ada dan tidak kita pedulikan. Mengurangi are Blind kita juga berarti bahwa kita memberbesar Kuadran 1 kita-area Open, yang dapat berarti bahwa self-awareness serta hubungan interpersonal kita akan mengalami peningkatan.

            Luft menawarkan beberapa saran untuk meningkatkan self-awareness kita:
            • Mengurangi sikap merasa terancam atau terasing  dalam lingkungan sosial (kelompok) dan lebih mengembangkan sikap saling percaya 
            • Terus membangun kesadaran diri sendiri dengan sikap positip secara alami bukan dalam situasi keterpaksaaan
            • Megembangkan sikap interpersonal agar terus positip dengan cara memperbesar kudarant 1 (orang lain tahu saya tahu) dan memperkecil kuadrant yang lain.
            • Mengembangkan sikap sensitivitas untuk terus menjaga yang rahasia yang personal dan yang sensitif  menyankut informasi/perilaku orang lain sebagaimana tercantum dalam kuadran2,3,4.
            Penutup

            Para Pembina khususnya Pembina Penegak bisa melakukan permainan ini secara berkala. Data-data hasil permainan ini dari tiap anggota ambalan sebaiknya para Pembina juga memegang dan menyimpannya. Data ini sangat penting untuk melakukan pembinaan kepribadian dan juga bisa dimanfaatkan untuk membuat bahan renungan pada saat yang bersangkutan akan dilantik sebagai Penegak Bantara atau Laksana atau dalam moment-moment lain.

            Selamat Memandu

            Sumber :
            http://spss.wordpress.com
            http://ruangpsikologi.com
            http://faisaldwiyana.wordpress.com

            dan dilengkapi dari berbagai sumber lain,  diadaptasi dan ditulis ulang untuk keperluan "ensiklopediapramuka" (-aiw)


            Wednesday, 10 October 2012

            Dongeng sebagai Media Latihan Pramuka Siaga




            Pengantar
            • Pramuka siaga memiliki sifat  pembosan, suka meniru, selalu ingin tahu, selalu ingin bergerak, senang berimajinasi, senang akan kepahlawanan/keteladanan dan akan hal-hal yang menarik. Oleh sebab itu para Pembina Pramuka Siaga dituntut untuk mampu menciptakan kegiatan yang menarik dan mengandung pendidikan, kegiatan yang bervariasi, banyak bergerak di alam terbuka, selaras dengan perkembangan fisik dan psikis para  siaga dan mampu menggelar  kegiatan yang bersifat kreatif – rekreatif dan edukatif.
            • Kegiatan kreatif, rekreatif  dan edukatif ialah kegiatan yang menarik, menyenangkan, mengandung pendidikan dan menantang yang dapat mengembangkan daya imajinasi, kemampuan berfikir kritis serta kemampuan mengekspresikan ide-idenya dalam suatu karya baru yang unik. Kegiatan dimaksud dalam pendidikan kepramukaan harus selalu memiliki muatan : modern, bermanfaat, adanya ketaatan pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.
            • Dongen merupakan salah satu materi dan media pendidikan yang bersifat kreatid, rekreatif dan edukatif. Sebab melalui dongeng dapat ditanamkan  berbagai nilai, etika, menumbuhkan rasa empati dan simpati  para diri para anggota siaga. Dongeng juga merupakan media komunikasi yang efektif  untuk menyampaikan nilai-nilai  kejujuran, kerendahhatian, kesetiakawanan, kerja keras, perjuangan, penghargaan dan berbagai pelajaran serta pesan moral lainnya.

            Efektivitas Dongeng sebagai Media Pendidikan
            • Berbagai penelitian ilmiah menunjukan bahwa  pembelajaran dengan cara mendongeng  lebih efektif  dibandingkan dengan pembelajaran yang dibantu dengan  alat peraga atau alat bantu teknologi canggih sekalipun.
            • Pesan moral dapat dengan mudah disampaikan kepada para siaga melalui sebuah cerita atau dongeng. Tidak ada batasan usia kapan anak-anak mulai boleh mendengarkan dongeng.
            • Mendongeng  dapat  menjadi aktivitas berkomunikasi  yang mudah  dan  murah. Di samping itu, juga bisa menjadi sarana efektif  untuk menyampaikan berbagai pesan kepada para siaga. Kelebihannya para siaga  tidak akan merasa dinasehati atau digurui oleh Yanda/Bunda karena tercipta suasana menyenangkan. Para siaga juga dapat  diposisikan sebagai subyek aktif yang ikut bermain peran dan/atau melibatkan seluruh inderanya untuk larut dalam cerita.
            • Mendongeng dapat menjadi media menanamkan dan memberikan pemahaman akan nilai-nilai luhur bangsa  untuk mempertebal rasa cinta para siaga kepada tanah airnya.

            Manfaat Dongeng sebagai Media Belajar
            • Dongeng  dapat   memberikan sumbangsih besar  kepada para siaga  agar  memiliki kepribadian yang kuat dan jati diri yang jelas.
            • Dongeng   dapat membantu para siaga menjalani masa tumbuh kembangnya dengan  memahami  dinamika kehidupan  para tokohnya.   Melalui dongeng, para siaga akan terlibat  dalam sebuah  “drama kehidupan”   sehingga membantu  menumbuhkembangkan intelektualitasnya,   membawanya  memasuki dunia fantasi, menyeret mereka ke dunia antah-berantah dan membayangkan berbagai “kehidupan lain” yang tidak ada di dekat mereka,  serta  menumbuhkan dan menggerakkan daya ciptanya.
            • Dongen dapat membangun sikap positip para siaga.   Adanya konflik antara “tokoh baik” dan “tokoh buruk”  dalam sebuah dongeng akan membawa para siaga untuk memahami  bahwa yang benar akan menang terhadap yang kalah, yang tekun akan lebih sukses daripada yang malas, yang kuat akan menang dibandingkan yang lemah, yang cerdik akan menang terhadap yang bodoh, dsb. 
            • Dongeng dapat memperluas penguasaan  kosa kata,  melalui dongeng para siaga  akan mendengar dan mengenal kosa kata baru dan memahami maknanya. Dongeng umumnya kaya akan kosa kata dan kalimat-kalimat yang indah sebagai alat untuk meningkatkan daya tarik.

            Jenis Dongeng
            • Fabel  : cerita-cerita yang mengambil bahan dari kehidupan  dunia binatang, bisa juga kisah hubungan antara manusia dengan binatang, atau binatang dengan rintangan/tantangan alam.
            • Kepahlawanan : cerita-cerita kepahlawan yang umumnya hanya diambil pesan, makna dan setting kejadiannya sedangkan alur dan bentuk ceritanya dikembangkan lagi agar lebih komunikatif.
            • Cerita Tradisional/Rakyat : cerita-cerita  rakyat yang berkembang dalam tradisi lisan yang  tumbuh di lingkungan masyarakat adat tertentu, misalnya :  Si Kabayan, Pak Belalang,  Timun Mas,  dll.
            • Cerita Aktual/Masa Kini : cerita-certia yang berkembang di kehidupan masa kini dengan latar dan setting cerita pada kejadian sehari-hari di masa kini, misalnya :  Pelajar Teladan, Aku Ingin jadi Tentara, Sahabat Pak Polisi,  Aku Bangga dengan Ayahku, dsb.

            Unsur-unsur  Dongeng
            • Tokoh  :  pihak yang akan menjadi pelaku dalam cerita dongeng, terbagi menjadi dua yaitu tokoh protogonis atau tokoh yang baik dan tokoh antagonis atau tokoh yang jelek. Konflik antara tokoh yang baik dan yang jelek serta  akhir dari konflik adalah unsur utama sebuah dongeng.
            • Seting : adalah latar kejadian sebuah cerita bisa bersifat tempat (kota, desa, rumah, hutan, sungai, dsb) atau sebuah zaman (zaman Belanda, zaman Jepang, Zaman Kuno, dsb), atau bisa juga sebuah peristiwa (Bandung Lautan Api, 10 November 1945, Perang Gerilya, dsb).
            • Alur cerita : urutan cerita yang menggambarkan perjalanan  para tokoh dalam sebuah cerita, peristiwa yang dihadapi, perjuangan yang dilakukan dan akhir dari perjalanannya  umumnya bersifat  “hahppy ending”.  
            Ciri-ciri Dongeng untuk Siaga
            • Menggunakan alur sederhana – alur tunggal (single plot) - agar tidak berbelit belit
            • Cerita singkat dan bergerak cepat dari satu peristiwa ke peristiwa lain - agar tidak membosankan
            • Karakter tokoh tidak diuraikan secara rinci.
            • Gaya penceritaan  dengan bahasa  lisan (tidak formal – dialek sehari-hari)
            • Pesan  cerita telah dirumuskan secara jelas


            Lihat entri/topik terkait :
            Panduan Teknik Mendongeng untuk Siaga,  Naskah Dongeng untuk Pramuka Siaga

            Sumber :
            Diolah dari berbagai sumber  : buku, jurnal ilmiah dan media online


            'aiw

            Friday, 28 September 2012

            Dewan Siaga Gugusdepan Gerakan Pramuka




            Pengertian
            Dewan Perindukan Siaga disebut Dewan Siaga

            Peran & Fungsi Dewan Siaga
            • Dewan Siaga merupakan salah satu penerapan metode pendidikan kepramukaan dan pengamalan kode kehoratan pramuka siaga.
            • Melalui lembaga ini para pramuka siaga dilatih berorganisasi, memimpin rapat, mengemukakan pendapat, mengembangkan aspirasi, menyelami kehidupan berkelompok, berlatih menyusun perencanaan kegiatan dan berlatih mengambil keputusan secara demokratis dari, oleh dan untuk para siaga itu sendiri.
            Anggota Dewan Siaga
            Anggota Dewan Siaga adalah  seluruh anggota perindukan. Ketua Dewan Siaga adalah Sulung.

            Pertemuan Dewan Siaga
            • Acara Pertemuan Dewan siaga adaah membahas hal-hal tertentu seperti memilih kegiatan yang diusulkan oleh pembina Siaga,
            • mengurus dan mengatur kegiatan dan kehidupan sehar-haru perindukan siaga
            • menjalankan keputusan-keputusan yang diambil dewan termasuk pemberian penghargaan.
            • Pertemuan Dewan Siaga diadakan sekurang-kurangnya 1bulan sekali atau sesuai kebutuhan program atau aktivitas.
            • Pertemuan bersifat formal.
            • Undangan disampaikan seminggu sebelumnya
            • Agenda prtemuan dan masalah yang akan dibahas harus diumumkan dan disampaikan terlebih dahulu.
            • Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam
            • Tempat pertemuan harus ditata dan ditentukan lebih dahulu
            • Sebelum pertemuan diawali dengan upacara pembukaan dan dan diakhiri dengan upacara penutupan

            Lihat entri/topik terkait :
            Gugusdepan Gerakan Pramuka, Bagan Organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka, Perindukan Siaga.

            Sumber :
            Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 231 tahun 2007
            Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugsdepan Gerakan Pramuka

            Dewan Kehormatan Gugusdepan





            Pengertian
            Dewal Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Pembina Gudep sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah, penghargaan dan sanksi, dengan tugas:
            • menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka.
            • menilai sikap, perilaku dan iasa seseorang untuk mendapatkan anugerah, penghargaan berupa tanda jasa.
            Kenggotaan
            Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur sbb:
            • Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan
            • Ketua GudeP
            • 2 (dua) orang Pembina Satuan
            • Dewan Penegak atau Dewan Pandega apabila diperlukan
            Susunan Keanggotaan
            Susunan Dewan Kehormatan Gugusdepan sebagai berikut:
            • Ketua Dewan Kehormatan adalah Ketua Gudep
            • Wakil Ketua
            • Sekretaris
            • 2 (dua) orang anggota

            Lihat topik/entri terkait :
            Gugusdepan Gerakan Pramuka, Bagan Organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka

            Sumber :
            Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 231 tahun 2007
            Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka

            Wednesday, 26 September 2012

            Dewan Kehormatan Penegak






            Fungsi
            Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegakyang terdiri atas para anggota Ambalan yang sudah dilantik, dan
            diketuai oleh Pemangku Adat.

            Tugas 
            Dewan Kehormatan Penegak bertugas untuk menentukan:
            1. Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan
            2. Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
            3. Rehabilitasi anggota Ambalan Penegak
            Peran Pembina
            Dalam Dewan Kehormatan Penegak, pembina bertindak sebagai penasehat.

            Rapat dan Pertemuan
            1. Perternuan Dewan Kehormatan Penegak bersifat formal'
            2. Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan dibicarakan diumumkan.
            3. Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam
            4. Tempat pertemuan ditentukan lebih dahulu dan diatur untuk sebuah forum pertemuan yang bersifat formal.

            Lihat topik/entri terkait :
            Ambalan Penegak, Dewan Ambalan Penegak, Musyawarah Ambalan Penegak, Perjalanan Bakti Pramuka Penegak, Kode Kehormatan Pramuka.

            Sumber :
            Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.  231 tahun 2007
            Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka.

            Dewan Ambalan Penegak


            Fungsi
            Untuk mengembangkan kepemimpinan dan mengikutsertakan para Penegak dalam pengambilan keputusan bagi Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Ambalan Penegak disingkat Dewan Penegak. Dewan Penega dipimpin oleh dipimpin oleh Ketua disebut Pradana dengan susunan sebagai berikut:
            • Seorang Ketua yang disebut Pradana
            • Seorang Pemangku Adat
            • Seorang Kerani
            • Seorang Bendahara
            • Beberapa orang anggota
            Keanggotaan
            Dewan Penegak dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga

            Masa Bakti
            Masa bakti Ketua Dewan Penegak adalah 1 tahun

            Tugas Dewan  Ambalan Penegak
            :
            • Merancang dan melaksanakan program kegiatan
            • Mengevaluasipelaksanaankegiatan
            • Merekrut anggota baru
            • Membantu sangga dalam mengintegrasikan anggota baru dalam sangga
            • Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penegak
            Pertemuan Dewan Ambalan Penegak
            • Dewan Penegak bersidang sekurang-kurangnya tiga bulan sekali
            • Pertemuan Dewan Penegak bersifat formal.
            • Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan dibicarakan diumumkan.
            • Peserta yang hadir dalam pertemuan Dewan Penegak  menggunakan pakaian seragam
            • Tempat pertemuan ditentukan lebih dahulu dan ditata sedemikian rupa secara rapi dan formal.

            Lihat entri/topik terkait
            Organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka, Ambalan Penegak, Tata Adat Pramuka Penegak dan Pandega, Musyawarah Ambalan Penegak, Perjalanan Bakti Pramuka Penegak.

            Sumber :
            Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 231 tahun 2007
            Tentang Petunjuk Penyelengaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka

            Tuesday, 31 July 2012

            DWI SATYA

             
            Dwisatya dan Dwidarma adalah inti dari Kode Kehormatan Pramuka Siaga yang merupakan pedoman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, di perindukan maupun dalam pergaulan di masyarakat.

             Dwisatya adalah janji yang harus diucapkan oleh calon Siaga pada saat yang bersangkutan dilantik menjadi Pramuka Siaga. Setelah mengucapkan Dwisatya maka resmilah ia menjadi seorang Pramuka, menjadi saudara semua Pramuka di tanah air dan bahkan menjadi saudara Pramuka seluruh Dunia.

            Isi Dwisatya:

                  Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh, 
            •  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga. 
            •  Setiap hari berbuat kebaikan.

            print this page Print this page

            DWI DARMA

            Dwidarma adalah ketentuan moral yang menjadi pedoman hidup bagi Siaga. Dwidarma diucapkan pada saat upacara pembukaan latihan di perindukan siaga.
            ·        
             Isi Dwidarma:
            1.      Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya.
            2.      Siaga itu berani dan tidak putus asa.

            print this page Print this page

            DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK PANDEGA

             
            Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega dibentuk di setiap Kwartir Gerakan Pramuka sebagai badan kelengkapan kwartir. Dewan Kerja dibentuk berdasarkan hasil MUSPANITERA (Musyawarah Penegak Pandega Putra Putri) dan memiliki masa bakti sesuai dengan masa bakti kwartirnya.

            Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan Gerakan Pramuka dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah Kwartirnya.

            Berdasar tingkatannya maka Dewan Kerja dibedakan menjadi :
                  a.  DKR   : Dewan Kerja Ranting  badan kelengkapan Kwaran
                  b.  DKC   : Dewan Kerja Cabang  badan kelengkapan Kwarcab
                  c.  DKD   : Dewan Kerja Daerah    badan kelengkapan Kwarda
                  d.  DKN   : Dewan Kerja Nasional badan kelengkapan Kwarnas

            print this page Print this page

            DIANPINRU

            Dianpinru adalah singkatan dari Gladian Pimpinan Regu. Dianpinru merupakan forum pelatihan dan pengembangan pengetahuan, sikap serta ketrampilan kepemimpinan  para pemimpin regu Pramuka Penggalang. Setelah selesai mengikuti Gladian diharapkan para Pemimpin Regu Penggalang dapat menularkan kepada anggota regunya untuk terus berkarya dan berprestasi menyongsong hari esok yang lebih baik.

            print this page Print this page

            DEWAN SAKA

            Dewan Saka merupakan bagian dari organisasi dalam Satuan Karya Gerakan Pramuka yang beranggotakan ketua dan waki ketua krida, bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi  kegiatan saka di pangkalannya masing-masing.

            print this page Print this page

            Dewan Penggalang

             

             Pengertian
            Organisasi dalam Pasukan Penggalang yang beranggotakan para pemimpin regu. Dewan Penggalang dalam pasukan pada tahap awal bisa dipimpin terlebih dahulu oleh Kakak Pembina jika dianggap adik-adik sudah mampu maka Kakak Pembina harus menyerahkannya kepada para anggota Dewan Penggalang. Pemimpin regu yang menjadi anggota Dewan Penggalang melimpahkan tugas memimpin regu kepada wakil pemimpin regu. Wakil pemimpin regu juga dapat hadir dan diundang dalam rapat-rapat dewan penggalang.

            Keanggotaan
            • Terdiri atas Pemimpin Regu Utama, para Pemimpin Regu,Wakil Pemimpin Regu, Pembina Penggalang dan para Pembantu Pembina Penggalang.
            • Dewan Penggalang dikoordinasikan oleh Pembina Pasukan Penggalang.
            • Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, sedangkan jabatan Penulis dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang secara bergilir oleh para anggota Dewan Penggalang.
            • Masa bakti Ketua Dewan Penggalang adalah 6 bulan, dan dapat dipilih kembali maksimal 2 kali berturut-turut.
            Tugas & Fungsi

            Dewan penggalang bertugas :
            • Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Pasukan Penggalang sesuai dengan arahan dari Kakak Pembinanya. 
            • Menyelesaikan dan membahas persoalan-persoalan yag menghambat kemajuan pasukan dan juga membuat rencana kerja pasukan
            • Menerima, mempertimbangkan dan membahas gagasan atau usul tiap regu untuk memajukan  pasukan.
            • Mengarur waktu dan tempat latihan rutin serta program kegiatan pasukan lainnya
            • Membantu anggota Dewa Penggalang agar menjadi seorang Pramuka yang berwatak dan berkecakapan serta berwibawa dalam memimpin regunya.
            •  Mengurus dan mengatur program kegiatan-kegiatan Pasukan Penggalang. 
            • Mengevaluasi program kegiatan. 
            • Mendukung regu dalam kegiatan mengintegrasikan anggota baru. 
            • Menyelenggarakan pemilihan Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu. 
            • Merekrut anggota regu baru. 
            • Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Dewan Majelis
             Rapat & Pertemuan
            • Dewan Penggalang adalah forum yang sangat ideal untuk menumbuhkembangkan potensi kepemimpinan para Pramuka Penggalang khususnya dalam cara bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
            • Dewan Penggalang melaksanakan rapat minimal 1 bulan sekali. 
            • Dalam rapat Dewan penggalang, pembina dan pembantu Pembina bertindak sebagai penasehat, pengarah,pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir, dalam hal-hal yang dinilai membahayakan peserta didik. 
            • Rapat dan pertemuan Dewan Penggalang diantaranya untuk enyiapkan materi yang akan dibahas dalam Dewan Majelis Penggalang. 
            • Pertemuan Dewan Penggalang bersifat formal. 
            • Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan dibicarakan diumumkan. 
            • Peserta yang hadir menggunakan pakaran seragam 
            • Tempat ditentukan lebih dahulu

            Lihat entri/topik terkait :
            Gugusdepan Gerakan Pramuka, Bagan Organisasi Gerakan Pramuka, Pasukan Penggalang, Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang, Dewan Regu.

            Sumber :
            Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka, No. 226 tahun 2007
            Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka.







            print this page Print this page

            DASA DARMA

            Dasar Darma dan Tri Satya merupakan kode kehormatan pramuka yang berisi janji, komitmen diri serta ketentuan moral pramuka yang harus dihayati dan diterapkan dalam kegiatan pendidikan kepramukaan.  Satya Pramuka dan Darma Pramuka harus dilaksanakan baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat secara sukarela dan ditaati demi kehormatan diri.
             
            Dasa Darma Pramuka terdiri  dari 10 darma, yaitu :
            1. takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
            2. cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
            3. patriot yang sopan dan kesatria;
            4. patuh dan suka bermusyawarah;
            5. rela menolong dan tabah;
            6. rajin, terampil, dan gembira;
            7. hemat, cermat, dan bersahaja;
            8. disiplin, berani, dan setia;
            9. bertanggung jawab dan dapat dipercaya; dan
            10. suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

            print this page Print this page