Monday, 13 January 2014

Manejemen Konflik : Kuesioner Gaya Anda Mengelola Konflik





PENGANTAR
Di bawah ini adalah kuesioner yang dapat membantu seseorang untuk melihat dan  mengidentifikasi kecenderungan  gaya dalam mengelola atau menyelesaikan konflik yang sedang dihadapi.  Melalui kuesioner ini akan dapat diperoleh gambaran gaya apa yang dominan pada diri seseorang dalam menyelesaikan konflik, apakah bergaya Menghindari Konflik (The turtle), Melawan  (The Shark),
Mengakomodasi (The Teddy Bear), Kompromi (The Fox) atau Berkolaborasi (The Owls).


SKALA 
Skala berikut ini  terkait atau  menunjukkan tingkat kesesuaian antara cara  anda dengan masing-masing pernyataan di bawah ini. Skala:
5 - Sangat sesui  dengan  cara saya dalam mengatasi konflik
4 - Seuai dengan   cara saya dalam mengatasi konflik
3 - Ragu-ragu (kadang-kadang sesuai-kadang-kadang tidak dengan cara saya mengatasi konflik)
2 - Jarang saya melakukan hal itu dalam mengatasi konflik
1 - Tidak pernah saya melakukan hal itu dalam mengatasi konflik


KUESIONER
Baca, pahami dan hayati baik-baik setiap pernyataan di bawah ini, kemudian lakukan penilaian anda dengan memberi skor  1 - 5 sesuai dengan skala di atas. Skor yang anda pilihan tulis pada kolom "penilaian anda".


NO
PERNYATAAN
PENILAIAN ANDA
1
Lebih mudah menahan diri dari pada mundur dari pertengkaran

2
Jika  seseorang tidak mau menerima pendapat dan tindakan yang  saya lakukan, maka saya akan terus berusaha meyakinkan agar ia sependapat dan bertindak sesuai dengan saya.

3
Berkata-kata dengan lemah lembut akan dapat menenangkan dan melunakkan hati yang keras/marah.

4
Jika seseorang  berlaku kasar/curang pada diri saya, maka saya akan melakukan hal yang sama terhadap orang tersebut.

5
Mari lakukan/kerjakan terlebih dahulu, baru kemudian kita bersama-sama mencari alasan-alasan melakukan hal itu.

6
Ketika dua orang bertengkar, orang pertama yang mengalah/diam adalah orang yang paling terpuji .

7
Kekuatan dapat mengatasi kebenaran.

8
Kata-kata lemah lembut akan melahirkan tindakan yang lemah lembut pula.

9
Lebih baik ada setengah potong roti, daripada tidak ada roti sama sekali.

10
Kebenaran tergantung pada ilmu pengetahuan bukan pada pendapat mayoritas/terbanyak.

11
Seseorang yang melarikan diri dari masalah, maka akan menghadapi masalah lain di tempat yang lain.

12
Kebaikan yang dilakukannya dapat  menaklukkan atau  membuat lawan-lawanya menyerah/kalah.

13
Taklukan lawan/musuh anda dengan kebaikan.

14
Jika segala sesuatu dilakukan dengan adil maka tidak akan membuat perselisihan/pertengkaran.

15
Tidak ada seorangpun  yang memiliki pendapat/jalan keluar  terhadap sebuah persoalan secara sempurna namun setiap orang memiliki kemampuan untuk memberi masukan/pendapat  sekecil apapun.

16
Jauhi orang-orang yang tidak setuju dengan pendapat anda.

17
Pertempuran hanya dimenangkan oleh orang-orang yang percaya bahwa dirinya dapat meraih kemenangan.

18
Berkata-kata dengan  baik dan bijak tidak membutuhkan biaya.

19
Gayung bersambut merupakan tindakan yang diinginkan oleh  semua orang.

20
Hanya orang-orang yang bersedia tidak memonopoli kebenaran (merasa benar sendiri) akan selalu dapat meraih manfaat  dari kebenaran yang disampaikan oleh orang lain.

21
Hindari orang-orang yang senang berselisih/bertengkar,  karena orang-orang seperti itu akan membuat hidup Anda menderita.

22
Seseorang yang tidak melarikan diri dari masalah justru akan membuat orang lain malah melarikan diri dari masalah.

23
Kata-kata yang disampaikan dengan lemah lembut akan dapat membangun kehormanisan pergaulan.

24
Memberikan hadiah pada seseorang akan dapat membangun persahabatan lebih baik.

25
Hanya dengan cara menghadapi   konflik secara terbuka dan langsung,  dapat ditemukan solusi/jalan keluar terbaik dari konflik itu.

26
Cara terbaik menangani konflik adalah dengan menghindari berhubungan langsung dengan pihak-pihak yang berkonflik.

27
Jika anda bermaksud berdiri maka letakkan kaki dibawah dengan baik.

28
Kelembutan akan menang melawan kemarahan/kekerasan.

29
Mendapatkan bagian dari apa yang Anda inginkan, itu  lebih baik daripada tidak mendapatkan apa-apa sama sekali .

30
Keterbukaan, kejujuran​​, dan kepercayaan akan dapat memindahkan “gunung”.

31
Tidak ada yang begitu penting bagi anda, kecuali berjuang untuk (menyelesaikan/mendapatkan) apa yang diinginkan.

32
Hanya ada dua jenis orang di dunia ini, yaitu pemenang dan pecundang .

33
Ketika seseorang memukul anda dengan sebutir batu, maka kembali pukulah dia dengan sepotong kapas.

34
Ketika kedua belah pihak menyerah di tengah jalan, maka sejatinya penyelesaian (konflik) telah dapat diraih.

35
Dengan terus menggali dan menggali tanpa lelah, maka kebenaran akan dapat ditemukan


SCORE SHEET
Pindahkan score hasil "penilaian anda" diatas kedalam score sheet di bawah ini kemudian jumlahkan. Jumlah terbesar akan menunjukan kecenderungan gaya anda dalam menyelesaikan konflik. Deskripsi terhadap gaya anda dalam menyelesaikan konflik pada dibaca pada topik : 5 Gaya Resolusi Konflik.

Pemanfaatan kuesioner ini dalam kegiatan pelatihan hendaknya diikuti dengan diskusi dan pengayaan yang dibimbing oleh para narasumber agar peserta pelatihan memperoleh manfaat optimal.

Isilah score sheet dibawah ini berdasar hasil dari penilaian  anda terhadap kuesioner di atas :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
Total:





TURTLE
avoiding
(menghindari)
SHARK
competing
(melawan)
TEDDY BEAR
acommodating
(akomodatif)
FOX
compromising
(kompromi)
OWL
Collaborating
(kolaboratif)



CATATAN :
Mampu mengelola konflik merupakan salah satu kompetensi yang dikembangkan dalam pendidikan kepramukaan. Kuesioner di atas merupakan alat bantu yang efektif bagi pelatihan "Menejemen Konflik"  baik bagi anggota dewasa dalam berbagai kegiatan kursus mahir maupun bagi peserta didik khususnya  Pramuka Penegak Pandega baik dalam latihan rutin maupun kegiatan pelatihan lain seperti : LPK, KPDK, Dianpinsat, dll.
 
Selamat mencoba,  Salam Pramuka

 Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005





Saturday, 11 January 2014

Menejemen Konflik : 5 Gaya Resolusi Konflik





PERBEDAAN GAYA MENGELOLA KONFLIK

Berbeda orang berbeda pula model dan strategi mengelola konflik. Strategi memecahkan konflik dapat dipelajari berdasarkan pengalaman masa kanan-kanak dan biasanya berfungsi secara otomatis. Manusia umumnya tanpa disadari  memiliki kemampuan alami menghadapi situasi konflik. 

Meski demikian setiap pribadi memang memiliki kemampuan untuk menemukan cara yang berbeda. 
Kemampuan tersebut terus dipelajari dan dikembangkan hingga kemudian ditemukan beragam model dan strategi yang efektif untuk resolusi atau memecahkan konflik .Ketika kita  terlibat dalam suatu konflik, maka ada dua masalah utama Anda harus diperhatikan dan diperhitungkan, yaitu  :
  1. Karena keinginan mencapai tujuan pribadi Anda - Anda berada dalam konflik karena Anda memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan orang lain. Tujuan Anda mungkin sangat penting bagi Anda  atau mungkin kurang penting tetapi harus diperjuangkan untuk dapat dicapai.
  2. Karena keinginan menjaga hubungan baik dengan orang lain - Anda mungkin perlu untuk dapat berinteraksi secara efektif dengan orang lain baik  pada saat ini maupun di masa depan. Hubungan tersebut mungkin sangat penting bagi Anda  atau malah mungkin kurang penting tetapi perlu dipertahankan.  

5  GAYA MENGELOLA KONFLIK 

Seberapa penting tujuan pribadi dan seberapa penting hubungan Anda dengan orang lain, merupakan dua hal yang mempengaruhi bagaimana Anda akan bertindak dalam suatu konflik . Dalam kaitan ini ada lima gaya pengelolaan konflik yang mungkin bisa diterapkan berdasarkan situasi dan kondisi : 
  • Gaya Menghindari Konflik (The turtle). Gaya ini disebut Gaya Kura-kura. Seperti halnya kura-kura orang yang berkonflik lebih senang menarik diri bersembunyi dalam cangkannya. Tipe ini cenderung menghindar dari konflik dan mengorbankan tujuan-tujuan pribadi. Mereka lebih suka menghindari konflik karena percaya bahwa konflik cenderung tidak dapat diselesaian - mereka merasa takberdaya.   Mereka merasa tak berdaya . Orang yang menggunakan gaya ini percaya bahwa setiap usaha memecahkan konflik hanya akan sia-sia. Lebih mudah menarik diri dari konflik, secara fisik maupun psikologis, daripada menghadapinya. Mereka percaya lebih mudah untuk mencapai sesuatu dengan  mengedepankan harmoni  atau hasil yang imbang dan menyenangkan semua pihak daripada menghadapi konflik secara frontal.
    • Gaya Bersaing/Melawan (The Shark). Gaya ini disebut Gaya Ikan Hiu. Seperti halnya ikan hiu seseorang akan  mencoba  mengalahkan lawan dengan memaksa mereka untuk menerima solusi konflik yang ditawarkan. Mencapai tujuan yang ditetapkan lebih penting sedangkan menjaga hubungan (baik) dianggap kurang penting . Mereka berusaha untuk mencapai tujuan dengan beragam cara dengan tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain . Mereka tidak peduli apakah orang lain suka atau menerima mereka.  Gaya Hiu berasumsi bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan  satu orang sebagai pemenang dan satu orang sebagai pihak yang kalah. Kemenangan  memberi hiu rasa bangga dan prestise. Sebaliknya kekelahan akan  memberi mereka rasa sedih, gagal dan tidak berdaya. Mereka mencoba untuk menang dengan menyerang,  mengutamakan kekkauan, kebesaran bahkan tidak jarang dengan cara  mengintimidasi orang lain .


    • Gaya Mengakomodasi (The Teddy Bear). Gaya ini disebut Gaya Beruang. Gaya ini lebih mengutamakan hubungan karena hubungan sangatlah penting, sementara tujuan mereka sendiri tidak begitu penting . Beruang bersikap ingin diterima dan disukai oleh orang lain oleh sebab itu selalu  berpikir bahwa konflik harus dihindari demi keharmonisan dan bahwa orang tidak dapat mendiskusikan konflik tanpa merusak hubungan. Mereka takut bahwa jika konflik terus berkelanjutan akan menjadikan seseorang sakit hati  dan itu akan merusak hubungan. Gaya ini seringkali  mengkompromikan tujuan demi menjaga kelanggengan hubungan. Beruang berkata, "Aku  akan melupakan  tujuan saya dan membiarkan Anda memiliki apa yang Anda inginkan, agar Anda seperti saya, yang penting hubungan kita tetap baik.
    • Gaya Kompromi (The Fox). Gaya ini disebut Gaya Rubah. Rubah peduli dengan tujuan diri sendiri dan juga peduli menjaga hubungan dengan orang lain. Rubah lebih suka mencari kompromi,  mereka  bersedia mengurangi pencapaia tujuan diri sendiri dan membujuk orang lain untuk melakukan hal yang sama hingga tercapai kompromsi. Mereka mencari solusi konflik di mana kedua belah pihak sama-sama memperoleh sesuatu atau  jalan tengah antara dua posisi yang saling berlawaan. Gaya ini juga bersedia mengorbankan bagian dari tujuan dan hubungan mereka dalam rangka untuk menemukan kesepakatan untuk kepentingan bersama .
    • Gaya Berkolaborasi (The Owls) . Gaya ini disebut Gaya Burung Hantu. Burung Hantu/Owls sangat menghargai tujuan dan juga hubungan baik. Mereka memandang konflik sebagai masalah yang harus diselesaikan dengan mencari solusi terbaik untuk mencapai tujuan kedua belah pihak yaiyu tujuan mereka sendiri dan tujuan dari orang lain. Owls melihat konflik sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan dengan mengurangi ketegangan antara para pihak. Mereka mencoba untuk selalu membuka  diskusi dengan mengidentifikasi masalah penyebab konflik.  Dengan cara mencari solusi yang memuaskan diri sendiri dan diri orang lain Owls dapat dikatakan selalu berupaya mempertahankan hubungan . Owls selalu tidak puas sampai dapat menemukan solusi  yang dapat mengantarkan pencapaian tujuan para pihak. Owls juga tidak puas jika  ketegangan dan perasaan negatif yang terjadi belum dapat diselesaikan secara tuntas.


     Lihat entri/topik terkait :

    Sumber :
    World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005


      Menejemen Konflik : Kunci Sukses Resolusi Konflik




      KUNCI SUKSES MENGELOLA KONFLIK

      Meski tidak baku terdapat langkah-langlah yang ada dijadikan acuan agar sukses dalam mengelola konflik.  Motivasi untuk menyelesaikan konflik dan memanfaatkan konflik untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan kelompok akan menjadi pondasi utama dalam  menerapkan kunci sukses mengelola konflik.


      Langkah 1 - 

      Memperkuat kesadaran diri dan pengendalian diri 
      Dalam situasi konflik, satu-satunya variabel yang benar-benar dapat mengontrol adalah diri Anda sendiri . Keterampilan pertama dan utama dalam manajemen konflik adalah kemampuan  belajar memahami diri sendiri secara mandiri dan realistis

      Banyak jalan untuk memperkuat pengenalan dan pengendalian diri sendiri, misalnya dengan mempraktekkan beberapa hal berikut  ini :
      • Melatih diri untuk tidak mudah terpengaruh konflik melalui latihan-latihan pengembangan perilaku positip, misalnya : melatih daya tahan mental atau berlatih bermain peran mensimulasikan konflik dengan rekan-rekan dekat.
      • Mengolah batin dan fisik dengan teknik relaksasi atau olahraga.
      • Melatih kesadaran dan pemahaman terhadap keterbatasan - keterbatasan yang ada pada diri anda sendiri .
      • Renungkan konflik yang terjadi dalam perspektif atau mengemukakan pertanyaan-pertanyaan  : Seberapa pentingkah ? Apa hal terburuk yang bisa terjadi ? Apa hal terbaik yang bisa terjadi ?, dst.

      Langkah 2 - 

      Belajar untuk menangani kemarahan Anda sendiri
      • Memahami bagaimana sebuah konflik  berkembang dalam diri anda, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan : "Apa yang ada di balik kemarahan Anda? Rasa Takut ? Kekecewaan ? Kebingungan ? Frustrasi ? atau hal lainnya.
      • Belajar untuk mengendalikan  kemarahan Anda dengan mengakui dan rasa memilikinya secara jujur.
      • Ukur dan uji secara terus menerus  tanggapan Anda  terhadap situasi konflik yang terjadi.
      • Diagnosis dan analisis ancaman yang mungkin terjadi. Kendalikan ketidakpastian yang serinkali menjadi musuh yang sangat menganggu.
      • Berbicaralah atau berbagi rasa dengan teman dekat atau kelompok yang dipercayainya. 

      Langkah 3 -
      Belajar untuk menghadapi kemarahan pada orang lain

      Kebanyakan orang melihat, mendengar dan melakukan apa yang memang ingin mereka melihat , mendengar dan melakukan . Dalam situasi konflik,  posisi/persepsi yang sederhana akan  menjadi bertambah kaku dan sulit manakala :
      • Meninggalkan logika atau cara-cara berfikir logis .
      • Terlalu mengutamakan/bermain perasaan. .
      • Harus mau mendengar yang memang membutuhkan waktu dan usaha .
      • Berupaya terus-menerus menggunakan  akal dan pikiran .
      • Abaikan penyalahgunaan .
      • Hindari eskalasi atau peningkatan situasi konflik akibat pembiaran.

      MENGHARGAI DIRI SENDIRI 
      Dalam proses manajemen konflik, menghargai adalah "perekat sosial yang sangat penting"  yang dapat membangun ketertarikan orang untuk bekerjasama. Pepatah bijak menyatakan "Jika Anda tidak dapat menghargai diri sendiri, maka Anda tidak akan bisa menghargai orang lain".

      Berikut adalah beberapa aturan dasar untuk menilai/menghargai  diri sendiri .
      • Jangan menuntut kesempurnaan diri sendiri secara berlebihan. Tetapkan tujuan-tujuan hidup  yang realistis yang mungkin dapat capai.
      • Anda memiliki hak untuk memutuskan siapa, bagaimana, dan ingin menjadi apa diri anda sendiri tanpa harus membuat alasan, membenarkan, atau malah mengatakan "Aku menyesal atas pilihanku". Anda bertanggung jawab untuk semua pilihan dan pekerjaan yang Anda lakukan. Semua ini harus dilihan sebagai pilihan  hidup Anda dan apa yang terjadi di dalamnya sudah diperhitungkan dengan baik. 
      • Tegaslah  menolak jika diajak orang lain untuk berbuat keserakahan, ketidakberdayaan, atau kemarahan dan kerusakan. Tetapkan batas "mana yang boleh - mana yang tidak" orang lain memperlakukan diri anda.  Katakan "tidak" ketika anda memang berarti "tidak". Hadapi  orang lain yang mencoba untuk memanipulasi anda dengan bersikap bawa "saya adalah pribadi yang bernilai".
      • Kenali perasaan tidak mampu dan rasa bersalah yang merupakan warisan orang tua atau orang-orang dewasa lainnya.  Anda dapat memutuskan untuk tidak merasa seperti itu.  
      • Jadilah Pribad yang konstruktif. Dalam jangka panjang pastikan bahwa apa yang terbaik anda lakukan pasti terbaik pula bagi orang lain yang terkait atau berada disekitar anda. Ingatlah  jika yang anda lakukan adalah yang terbaik dan anda meyakinininya maka maka jika ada orang lain yang  tidak menyuakianya - anda harus berani mengambil risiko untuk tidak disukai atau bahkan mengakhiri hubungan kerjasama. 
      • Jangan menjawab pertanyaan yang Anda tidak ingin menjawab. Beberapa pertanyaan seringkali mengandung jebakan, manipulatif dan tidak nyama seperti pertanyaan : mengapa ?, mengapa tidak ?, dsb.
      • Sadarilah bawa anda ada  di "sini-dan-sekarang" untuk mengatasi mengatasi masalah dan membawa manfaat. Jika Anda menyalahkan orang lain atau lingkungan atas terjadinya masalah yang anda hadapi atau jika  Anda menunjukan perilaku bahwa andalah orang yang paling tepat mengatasi masalah, maka sejatinya anda sedang "membela diri bukannya mengatasi maslah". Setiap orang memiliki masalah tetapi hanya pribadi-pribadi yang kuatlah yang memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah tanpa masalah.

      MENGHARGAI ORANG LAIN

      Berikut adalah beberapa aturan sederhana untuk menghargai orang lain sekaligus dapat membantu dalam proses membangun hubungan yang "win - win situation"
      • Dengarkan dengan penuh  empati ketika diajak bicara orang lain. Hentikanlah melakukan pekerjaan ketika orang lain sedang berargumen, serta janganlah menyampaikan argumen-argumen ketika orang lain sedang bekerja dan bicara. Ambilah  risiko untuk bersedia dibujuk . Coba gunakan penalaran orang lain sebagai ukuran sekaligus pembanding.
      • Jangan membuat asumsi tentang bagaimana orang lain berpikir, merasakan atau bagaimana orang lain bereaksi. Sadarilah bahwa anda tidak bisa masuk ke dalam kepala siapa pun, tetapi sangat bisa untuk masuk kedalam kepala diri anda sendiri .
      • Hadapi perilaku yang nyata  atau yang manipulatif  tetapi tidak untuk menyerang orang lain . Sarkasme (kata-kata kotor dan keras) dan bercanda seringkali tidak terima dan malah memperkeruh suasana.
      • Janganlah memberi  label orang lain dengan label  bodoh, malas, atau kekanak-kanakan. Hindari membuat penilaian  dengan perasaan dan penilaian atas nama moralitas seperti benar salah, baik buruk, dsb.
      • Jangan bertindak manipulatif. Jujurlah dan terbuka akan lebih baik. Jelaskan rincian dan yang spesifik . Jangan sesekali mengoreksi pernyataan  orang terutama yang terakait dengan perasaannnya.  Jangan pula memberitahu mereka bagaimana mereka harus merasa .
      • Bukalah ruang tentatif . Jangan menyatakan pendapat Anda sebagai fakta , hindari kata-kata berkhotbah, jangan membesar-besarkan atau merendahkan  orang lain . Hindari pernyataan mutlak yang tidak meninggalkan ruang untuk memberi masukan dan pansangan seperti  "Saya rasa ini adalah cara .... " lebih baik daripada " ini adalah satu-satunya cara .... " Berikan ruang orang lain untuk berpendapat.
      • Jika keputusan anda akan mempengaruhi orang lain, maka bukalah kesempatan dan berikan cara untuk keterlibatan mereka itu .  Mereka  perlu diberi ruang merasakan  bahwa mereka memiliki pengaruh pada keputusan yang diambil.  Jamak terjadi bahwa semua orang ini memiliki andil dalam proses pengambilan keputusan -  terutama yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka .
      • Apakah tujuan telah dirumuskan dengan jelas, telah  dipahami dan telah disepakati ? Gunakan tujuan, bukan nilai-nilai pribadi atau preferensi   untuk menguji apakah isu-isu yang akan digarap relevan  atau tidak .

       Lihat entri/topik terkait :

        Sumber :
        World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005



        Friday, 10 January 2014

        Menejemen Konflik : Resolusi Konflik




        Resolusi Konflik
        •  Resolusi Konflik adalah sebuah proses untuk mencapai solusi sebuah konflik.
        •  Konflik ada setiap kali kegiatan yang tidak sesuai terjadi ( Deutsch 1969)

        Sifat Konflik
        • Konflik dalam perilaku kehidupan  kelompok/sistem beregu  tidak bisa dihindari . Konflik akan tetap terjadi dalam kegiatan apapun dan dalam sifat kelompok seperti apapun. Yang harus disadari adalah "bukan apakah konflik dapat dicegah, melainkan bagaimana konflik dapat dikelola".
        • Muara dari konflik sejatinya bukan  kalah - menang, karena menang kalah  merupakan tujuan atau hasil dari sebuah kompetisi.  
        • Terdapat  beberapa strategi, wawasan dan proses yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk  menyelesaikan situasi konflik .



        Sisi Positif  Konflik
        Konflik jika dikelola degan baik, akan dapat bermanfaat bagi kehidupan dan  membantu pencapaian tujuan kelompok. Terdapat beberapa potensi atau sisi positif dari konflik yang layak diperhatikan, seperti :
        1. Konflik dapat membangun  kesadaran seseorang terhadap  masalah yang sedang dihadapi dan menumbuhkan  kemauan untuk memecahkannya.  Konflik juga dapat mendorong seseorang untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadai bersama.
        2. Konflik mendorong perubahan . Ada kalanya ada hal yang perlu diubah misalnya  ketika ada keterampilan baru yang perlu dipelajari,  ketika kebiasaan lama perlu dimodifikasi karena adanya tantangan dan peluang baru, dsb..
        3. Konflik memberikan energi dan meningkatkan motivasi seseorang untuk menangani masalah. Kesadaran adanya konflik dapat memicu energi fisik psikologis seseorang, yang pada gilirannya dapat menumbuhkan  motivasi yang kuat untuk menyelesaikan konflik dan menetapkan rencana-rencana tindakan yang tepat pada diri seseorang .
        4. Konflik membuat hidup lebih menarik.  Terlibat  dalam suatu konflik seringkali memicu rasa ingin tahu dan merangsang minat . Adu argumen  tentang masalah politik, olahraga, dunia pekerjaan dan masalah-masalah  sosial dalam kehidupan sehari-hari membuat pergaulan kelompok menjadi dinamis, menarik dan tidak membosankan.membuat interpersonal yang lebih menarik dan kurang membosankan . Ketidaksepakatan orang  lainnya terhadap ide-ide tau pendapat  anda dapat menginspirasi anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah ini .
        5. Keputusan yang baik umumnya dibuat ketika ada seseorang yang berani mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya. Ketidaksepakatan antar satu orang dengan yang lainnya akan menjadikan keputusan tersebut diambil dan dipikirkan lebih hati-hati .
        6. Konflik mengurangi  gangguan hubungan dengan seseorang. Sebuah argumen yang baik dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan ketegangan kecil dalam berinteraksi dengan orang lain .
        7. Konflik membantu kita memahami kepribadian  anda seperti apa.  Apa yang membuat kita marah dan takut, apa yang dianggap penting dan bagaimana cara kita mengelola konflik semua akan tampak ketika kita berada dalam pusaran konflik dengan seseorang . Menyadari cara apa yang anda lakukan dalam berdebat dengan seseorang  dan bagaimana cara anda bertindak ketika terlibat konflik dapat membantu Anda belajar banyak tentang diri Anda .
        8. Konflik bisa menyenangkan ketika diarahkan atau dianggap  terlalu serius . Banyak orang mencari konflik melalui kegiatan-kegiatan seperti olahraga yang kompetitif atau fun game, film, drama, buku bacaan, dll. Mereka melakukannya karena ingin menikmati terlibat dalam situasi konflik.
        9. Konflik dapat memperdalam dan memperkaya hubungan, memperkuat keyakinan setiap orang bahwa hubungan yang baik dapat menekan stres, mengkomunikasikan komitmen dan nilai-nilai dari setiap orang kepada orang lain untuk pedul , dan  dapat menjaga hubungan dari gangguan kebencian sehingga menumbuhkan perasaan positif perasaan.
        10. Konflik dapat merangsang kreativitas karena dapat melahirkan kesadaran tentang cara yang berbeda untuk melihat dan menyelesaikan masalah.  Ada orientasi baru atau cakarawala baru  yang akan diperoleh dengan melihat masalah dari perspektif yang berbeda sehingga menghasilkan  ide-ide untuk menemukan solusi kreatif .
        11. Ketika sebuah kelompok masuk ke dalam konflik dengan kelompok lain akan dapat pula meningkatkan kekompakan dan meningkatkan kesadaran akan identitas kelompoknya.
        12. Konflik dapat membangun  kekompakan dalam sebuah kelompok sosial dengan mengurangi egosentris para anggotanta dan sekaligus mendorong para anggota  untuk meningkatkan pemahaman dan penalaran terhadap makna nilai-nilai kerjasama dalam kelompok sosial tertentu.


        Proses Resolusi Konflik

        Rumuskan Bentuk Konflik
        1. Pisahkan kandungan/pandangan yang bersifat nilai-nilai  dari  isu-isu pokoknya.
        2. Hormati pandangan/nilai-nilai orang lain. Ingat setiap orang berhak  memiliki sudut pandang terhadap sebuah  hal atas dasar keyakinannua.
        3. Upayakan ada yang mampu  merumuskan pandangan  atau pendapat dari berbagai orang/indivisu  menjadi rumusan  yang konkrit, operasional  dan mudah dipahami agar dapat dicarikan solusinya.
         Menyelami  dan Menghargai (nilai orang lain)

        1. Mengakui bahwa saling ketergantungan antar pihak sangat dibutuhkan untuk suksesnya sebuah resolusi konflik.
        2. Berkomunikasi secara terbuka, jujur ​​dan terus terang .
        3. Secara aktif mendengarkan fakta dan perasaan orang lain .
        4. Berkomunikasi dengan cara untuk  membangun kredibilitas, keyakinan  dan kepercayaan .
        Memahami Sifat Konflik
        1. Menciptakan suasana agar  perbedaan dapat muncul permukaan.
        2. Jangan terlalu cepat memberikan  penilaian negatif terhadap ide-ide, keyakinan, perasaan, sikap , perilaku atau cara pandang terhadap  masalah .
        3. Mengembangka empati dan menghargai sudut pandang orang lain terhadap isu/masalah yang diyakininya
        4. Menghargai keragaman dan mengidentifikasi karakteristik positif  terhadap sudut pandang dan pandangan pihak lain .
        5. Berusaha untuk menentukan dan merumuskan dimensi (kedalaman - tali temali) sebuah konflik
        6. Memastikan apakah esensi dari konflik berupa perbedaan cara pandang atas dasar perbedaan nilai atau atas dasar isu/masalah.  Carilah konsekuensi dan kesesuaian .
        Memilih   Tingkat Konfrontasi Secara  Tepat
        1. Fokus pada perilaku tertentu dari pihak lain
        2. Identifikasi konsekuensi yang nyata dan dapat terjadi dalam perilaku kelompok.
        3. Rumuskan konsekuensi yang cukup menarik untuk memotivasi perubahan perilaku .
        4. Hadirkan suana untuk membangun pentingnya perubahan perilaku .
        5. Tentutkan (role model) atau figur  yang diinginkan sebagai referensi.

        Mendorong Pemecahan Masalah
        1. Tanyakan " apa yang bisa dilakukan untuk mengenali situasi"
        2. Dengarkan berbagai alternatif yang disarankan pihak lain .
        3. Upayakan  menuju solusi yang saling memuaskan ( hasil win-win ) .
        4. Ikuti prosedur dan tahapan  pemecahan masalah secara baik .
        5. Pastukan komitmen yang telah ada dipegang dan tidak berubah .
        6. Rumuskan model dan lakukan pemantauan dan memodifikasi rencana tindak lanjut yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

        Lihat entri/topik terkait :
        • Menejemen Konflik : Pengertian & Faktor Resolusi Konflik
        • Menejemen Konflik : Model & Metode Resolusi Konflik 
        • Menejemen Konflik : 5 Gaya Resolusi Konflik
        • Menejemen Konflik : Workshet Cara Bertindak dalam Resolusi Konflik
        • Menejemen Konflik : Langkah-langkah Negosiasi dalam  Resolusi Konflik
        • Menejemen Konflik : Kunci Sukses Resolusi Konflik

        Sumber :
        World Adult Resources Handbook,  WOSM (World Scout Bereau), Geneva, 2005


        Wednesday, 8 January 2014

        Dasa Darma Pramuka : dari Masa ke Masa




        PENGANTAR

        • Kode Kehormatan Pramuka  terdiri atas janji yang disebut "satya" dan ketentuan moral yang disebut "darma". Kode Kehormatan merupakan salah satu unsur dalam prinsip dasar metode pendidikan kepramukaan.
        • Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral berisi 10 darrma disebut dengan "Dasa Darma".
        • Dasa Darma merupakan alat pendidikan mandiri yang progresif untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
        • Dasa Darma merupakan bentuk, upaya dan panduan memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati serta mematuhi system nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota;
        • Dasa Darma juga merupakan landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan kepramukaan yang kegiatannya mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
        • Dasa Darma juga menjadi landasan dan kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka, yang berperan sebagai landasan serta ketentuan moral, yang diterapkan bersama berbagai ketentuan lain yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggung jawab antar anggota serta pengambilan keputusan oleh anggota.
        • Dasa Darma Pramuka telah mengalami beberapa kali perubahan dari masa ke masa meski tetap mengandung substansi dan fungsi yang sama.

        PERUBAHAN DASA DARMA DARI MASA KE MASA


        DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam lampiran dari Keppres No.238 Tahun 1961 :
        1. Pramuka itu dapat dipercaya;
        2. Pramuka itu setia;
        3. Pramuka itu sopan dan perwira;
        4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka;
        5. Pramuka itu penyayang sesama mahluk;
        6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa;
        7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah;
        8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran;
        9. Pramuka itu hemat dan cermat;
        10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan;

        DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam Keppres No.156 Tahun 1966 (Muker Anpuda II tahun 1966) :
        1. Kami Pramuka Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
        2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan patriot Indonesia yang setia;
        3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat;
        4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan untuk kemuliaan Indonesia;
        5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila;
        6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya, bersusila dan berbudi luhur;
        7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja;
        8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesusahan;
        9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira untuk dapat berguna;
        10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin;

        DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, berdasar Keputusan Kwarnas No.123/KN/78 yang diperbaharui dengan Keputusan Kwarnas No.036 Tahun 1979 tentang Dasadarma Pramuka (Munas'78) dan tetap dipertahankan sampai Munas 2003 :

             Dasadarma Pramuka
             Pramuka itu :
        1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
        2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
        3. Patriot yang sopan dan ksatria;
        4. Patuh dan suka bermusyawarah;
        5. Rela menolong dan tabah;
        6. Rajin, terampil dan gembira;
        7. Hemat cermat dan bersahaja;
        8. Disiplin, berani dan setia;
        9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
        10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;

        DASA DARMA GERAKAN PRAMUKA, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kwarnas No.203 Tahun 2009 :
          
         Dasadarma
        1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
        2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia;
        3. Patriot yang sopan dan ksatria;
        4. Patuh dan suka bermusyawarah;
        5. Rela menolong dan tabah;
        6. Rajin, terampil dan gembira;
        7. Hemat, cermat dan bersahaja;
        8. Disiplin, berani dan setia;
        9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya;
        10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan;


        Lihat entri/topik terkait :
        Kode Kehormatan Pramuka


        Sumber :
        https://www.facebook.com/abdullah.sarie diakses tanggal 8 Januari 2014, pukul 06.00 wib, dimuat atas seijin penulisnya, yaitu Kak Abdullah Sarie.

        Catatan :
        Kak Abdullah Sarie, adalah  Waka Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi

        Monday, 6 January 2014

        Berkemah : Alat Peraga Perkemahan "Jembatan"




        JEMBATAN KAKI DELAPAN BERSUDUT DUA

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 4 potong (ukuran 5 m), 4 potong (ukuran 4 m)
        • Bambu sedang : 2 potong (ukuran 3 m), 6 potong (ukuran 2 m), 7 potong (ukuran 150 cm), 60 belah (ukuran 150 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 26 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 6 Gulung (ukuran panjang 15 m)
        Gambar :



        JEMBATAN TARIK

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 2 potong (ukuran 250 cm), 2 potong (ukuran 160 cm)
        • Bambu sedang : 4 potong (ukuran 3 m), 5 potong (ukuran 1 m), 2 potong (ukuran 2 m), 1 potong (ukuran 160 cm), 20 belah (ukuran 120 cm)
        • Bambu kecil : 14 potong (ukuran 50 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 21 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 1 Gulung (ukuran panjang 7 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 15 m)
        Gambar :


        JEMBATAN TALI

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 4 potong (ukuran 3 m)
        • Bambu sedang : 2 potong (ukuian 60 m), 2    potong (ukuran 1 m)
        Kebutuhan Tali :
        • 1 Gulung tambang "dadung kecil" (ukuran panjang 8 m)
        • 14 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 4 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 10 m)
        Gambar :









        JEMBATAN BAMBU SATU

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 4 potong (ukuran 3 m), 1 potong (ukuran 250 cm)
        • Bambu sedang : 2 potong (ukuran 100 cm, 60 cm, 3 m)
        Kebutuhan Tali :
        • 16 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 4 m)
        Gambar :










        Selamat Berkemah. Salam Pramuka

        Lihat topik/entri terkait :
        Sumber :



        Berkemah : Alat Peraga Perkemahan "Menara Pandang"

          


        MENARA PANDANG SEGITIGA BERTEMU SUDUT

         Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar :  6 potong (ukuran 6 m)
        • Bambu sedang : 3 potong (ukuran 240 cm dan 2 m), 3 potong (ukuran 170 cm) dan 1 belah (ukuran 160, 150, 140, 130, 120, 110, 100, 90, 80, 70, 60, 50 cm)
        • Bambu kecil :10 potong (ukuran 50 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 23 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 6 Gulung (ukuran panjang 2 m)
        • 2 Ggulung (ukuran panjang 12 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 15 m)
        Gambar :



        MENARA PANDANG KAKI EMPAT

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 8 potong (ukuran 3 m)
        • Bambu sedang : 4 potong (ukuran 2 m), 11 potong (ukuran 150 cm),  potong (ukuran 60 cm) dan 20 belah (ukuran 180 cm)
        • Bambu kecil : 14 potong (ukuran 50 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 42 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 15 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 12 m)


        Gambar :



        MENARA PANDANG SEGITIGA PIRAMID

         Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 3 potong (ukuran 5,5 m)
        • Bambu sedang : 3 potong (ukuran 2 m), 3 potong (ukuran 115 cm) dan 1 belah (ukuran 150, 140, 130, 120, 110, 100, 90, 90, 70, 60 cm)
        • Bambu kecil : 10 potong (ukuran 50 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 12 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 1 Gulung (ukuran panjang 8 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 12 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 15 m)

        Gambar :



        MENARA PANDANG KAKI EMPAT BERSUDUT DUA

        Kebutuhan Bambu :
        • Bambu besar : 4 potong (ukuran 5 m), 2 potong (ukuran 2 m)
        • Bambu sedang : 2 potong (ukuran 125 cm), 4 potong (ukuran 2 m), 20 belah (ukuran 125 Cm)
        • Bambu kecil : 10 potong (ukuran 50 cm)
        Kebutuhan Tali :
        • 18 Gulung (ukuran panjang 6 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 12 m)
        • 2 Gulung (ukuran panjang 15 m)
        Gambar :









        Selamat Berkemah. Salam Pramuka

        Lihat topik/entri terkait :
        Sumber :