Pengertian
Untuk dapat menghasilkan gambar yang artistik dan komunikatif membutuhkan sudut penempatan kamera yang pas agar elemen-elemen visual yang akan dijadikan obyek visual dapat masuk dalam frame dengan baik. Sudut penempatan kamera atau sering disebut dengan camera angle merupakan faktor yang amat penting dalam membangun kesan psikologis, dramatic dan estetika sebuah gambar baik gambar lepas (fotografi) maupun gambar secara berkesinambungan/continuity (videografi) untuk menarik minat dan perhatian khalayak penonton.
Tujuan Camera Angle/Sudut Penempatan Kamera
Penempatan camera angle terhadap obyek yang akan difoto atau direkam sangat tergantung dari pesan-pesan apa yang ingin disampaikan kepadak halayak. Penempatan angle camera mempunyai beberapa tujuan yakni :
- Untuk memperoleh luas wilayah/area yang akan difoto/direkam.Untuk tujuan ini posisi penempatan kamera harus ditempatkan lebih jauh dan lebih tinggi tinggi dari obyek atau daerah yang akan difoto/direkam.(Lihat Gambar 1)
- Untuk menunjukan illusi kedalaman gambar diantara unsur-unsur gambar yang ada. Untuk tujuan ini maka kamera ditempatkan didepan latar depan /foreground. Dengan adanya latar depan/foreground maka terlihat illusi kedalaman antara foreground, middle ground/obyek utama dan background. (Lihat Gambar 2)
- Menentukan titik pandang mata penonton untuk menyaksikan suatu foto/ gambar rangkaian adegan sebuah program acara video. Misalnya : bila kamera mengambil gambar dari atas, berarti penonton diajak untuk melihat dari atas ke bawah dan sebaliknya. (Lihat Gambar 3)
Jenis/Tipe Camera Angle
Dalam videografi khususnya produksi acara televisi/film penentuan dan penempaan camera angle sangat mempengaruhi perhatian penonton dalam menyaksikan suatu acara, sekaligus melibatkan mereka baik sebagai penonton maupun sebagai pelaku dalam cerita. Hal yang sama juga bisa dilakukan ketika mengambil sebuah foto. Jenis camera angle ada dua, yaitu :
- Objective Camera Angle :Banyak digunakan untuk pengambilan gambar pada acara di televisi seperti musik, kuiz atau olaharaga dengan cara menempatkan kamera di posisi penonton yang sedang menyaksikan acara tersebut. Kamera seolah-olah mewakili penonton yang sedang melakukan observasi atau menonton acara tersebut. Penempatan kamera dan pengambilan gambar semacam itu menghasilkan gambar yang disebut objective shot. Kesan psikologisnya adalah penonton hanya sebagai seorang observer atau pengamat.(Lihat Gambar 1)
- Subjective Camera Angle :Subjective camera angle sering digunakan pada acara drama, film cerita, featur, dokumenter, dokudrama atau olahraga seperti balap mobil, dan lain-lain. Teknik ini dilakukan dengan cara menempatkan kameran pada posisi pemain atau pelaku yang sedang beraksi dalam sebah adegan/peristiwa. Kamera menggambarkan seolah-olah mewakili titik pandang seorang pemain yang sedang melakukan akting atau mewakili titik pandang mata pelaku. Gambar hasil pengambilan seperti ini disebut dengan subjective Shot. Kesan psikologisnya adalah bahwa penonton ikut terlibat sebagai seorang pemain yang sedang berakting dalam acara tersebut. Subjective shot dapat dikatakan juga sebagai point of view (POV) seseorang. (Lihat Gambar 2)
Faktor-faktor yang Menentukan Camera Angle
Faktor Ukuran Obyek Dalam menentukan seberapa banyak dan seberapa besar ukuran dari obyek di lokasi shooting yang akan ditampilkan kedalam frame/bingkai sangat tergantung dari beberapa faktor yaitu :
- Jarak antara kamera dengan obyek tersebut,
- Jenis lensa yang digunakan,
- Ukuran Shot (Shot Size) yang diinginkan,
- Pesan yang akan disampaikan, dan makna psikologis yang akan dibangun.
Secara umum terdapat tiga ukuran pengambilan gambar yakni : longshot, medium shot dan close up.
A. Long shot
Pengambilan gambar dari jarak jauh, obyek/unsur gambar terlihat banyak, namun ukurannya kecil. Penggunaan Long Shot adalah untuk menampilkan atau memperlihatkan :
- Panorama alam / Landscape suatu tempat
- Lokasi /tempat berlangsung suatu peristiwa
- Orang sedang Berolahraga, sepakbola, tenis, golf, dll
- Orang sedang berjalan atau berlari
- Group suatu kelompok – Group Shot
B. Medium shot
Pengambilan gambar dari jarak menengah, obyek/unsur gambar terlihat berkurang, namun ukurannya mulai besar. Penggunaan Medium Shot adalah untuk menampilkan/memperlihatkan :
- Orang/Pemain yang sedang beraktivitas
- Orang sedang berdialog/ wawancara di suatu lokasi Kejadian
- Orang dan lokasi aktivitas/kegiatan secara seimbang.
- Laporan Reporter TV / Presenter TV /Stand Upper dari suatu lokasi
C. Close shot
Pengambilan gambar dari jarakdekat, obyek/unsur gambar terlihat sedikit, namun ukurannya besar. Penggunaan Close Shot adalah untuk menampilkan atau menunjukan :
- Expressi Orang/Pemain
- Orang/Pemain sedang berdialog, wawancara
- Detil dari suatu benda pada orang
- Benda-benda berukuran kecil (Perhiasan,binatang, bunga,dll).
Type of Shot Size untuk Pengembilan Obyek Berupa Manusia/Pemain
Ukuran pengambilan gambar, lebih merujuk dan diarahkan kepada bagian-bagian tubuh orang atau pemain. Oleh karena itu dari ketiga ukuran pengambilan gambar tadi yakni long shot, medium shot dan close shot di bagi lebih detil lagi sesuai bagian tubuh yang akan ditampilkan. Secara umum terdapat sembilan (9) ukuran pengambilan gambar (Type of Shot Size) bagi orang atau pemain yang harus diperhatikan oleh seorang kamerawan dalam mebingkai orang.
- Extreme Close Up (XCU) :Pengambilan gambar dari dekat yang menampilkan bagian terkecil dari suatu benda atau orang, misalnya : mata, hidung, mulut, atau telinga pada orang/pemain.
- Big Close Up (BCU) : Pengambilan gambar dari dekat yang menam-pilkan bagian kepala, dari leher/bahu hingga kepala orang atau pemain. (disebut juga dengan Head Shot).
- Close Up (CU) : Pengambilan gambar yang menampilkan bagian dada atau ketiak orang/pemain sampai di kepala (sudah ada Head room).
- Medium Close Up (MCU) : Pengambilangambar yang menampilkan bagian bawah dada atau atas siku orang/pemain sampai di kepala (sudah ada Head room)Medium Close Up : Merupakan Standard Shot untuk pengambilan gambar saat stand up Reporter, Presenter dan wawancara di Televisi .
- Medium Shot (MS) : Pengambilan gambar yang menampilkan bagian pinggang atau pinggul orang/pemain sampai di kepala.
- Knee Shot (KS), ¾ Shot : Pengambilangambar yang menampilkan bagian lutut orang/pemain sampai di kepala. (Shot ini juga disebut medium long shot/MLS)
- Full Shot (FS) / Full Body Shot : Pengambilangambar yang menampilkan keseluruhantubuh orang/pemain. Seluruh tubuh orang/pemain terlihat baik berdiri maupun duduk. Ada juga yang menyebut Full Body Shot (FBS)
- Long Shot (LS) : Pengambilan gambar yang menampilkan lokasi orang/pemainberada, tinggi orang/pemain 2/3 atau ½ tinggi layar, unsur-unsur gambar di lokasi dominan.
- Extreme Long Shot (XLS) : Pengambilan gambar dari jauh, orang / pemain sangat kecil (1/4,1/5 dst dari tinggi frame), lokasi atau tempat peristiwa sangat dominan.
Perspektif Obyek/Perspective Object
Setiap unsur-unsur gambar/object memiliki tiga perspective/dimensiyakni tinggi, lebar dan dalam. Dalam pengambilan gambar sebaiknya minimum menampilkan dua perspective kalau hanya satu perspective akan tampak datar atau flat. Untuk mendapatkan perspektif obyek yang sesuai, maka posisi penempatan kamera harus diperhatikan (camera position), apakah kamera harus ditempatkan di depan, samping kiri, samping kanan, atau di atas obyek.
- One Point Perspective : Hanya bagian depan gedung yang tampak.Kamera ditempatkan pada posisi bagian depan dari obyek
- Two Point Perspective : Bagian depan dan samping gedung tampak. Kamera ditempatkan pada posisi bagian samping kiri atau kanan kurang lebih 45 derajat di depan obyek.
- Three Point Perspective : Bagian depan, samping dan atas gedung tampak. Kamera ditempatkan pada posisi bagian samping kiri atau kanan kurang lebih 45 derajat depan dan tinggi di atas obyek.
Perspektif Orang/dimensi Orang/Pemain
Berkatian dengan perspektif orang sebagai obyek yang akan diambil maka posisi penempatan kamera harus diperhatikan. Untuk memperoleh kesan dua dimensi/perspective , maka secara umum terdapat lima posisi penempatan kamera dalam pengambilan perspektif obyek, khususnya orang/pemain, seperti :
- Frontal Position : Menghasilkan One Perspective – Full face Shot
- Front Middle Left Side Position : Menghasilkan Two Perspective - ¾ full face Shot.
- Left Side Position : Menghasilkan One Perspective – Profile Face Shot.
- Front Middle Right Position : Menghasilkan Two Perspective - ¾ full face Shot.
- Right Side Postion : Menghasilkan One Perspective – Profile face Shot.
Tinggi Kamera/Camera Height
Kesan artistik dan dramatik dapat diciptakan melalui penataan tinggi kamera terhadap object/orang/pemain. Umumnya terdapat tiga golongan ketinggian Kamera yaitu : eye level/normal level, high angle, low angle
- High Angle (menghasilkan High Angle Shot) : Dalam pegambilan gambar, kamera ditempatkan lebih tinggi dariobyek/orang. Hasil pada gambar menunjukkan orang terlihat pendek dan kecil.Makna psikologis dari gambar orang tersebut adalah lemah, rendah dan inferior.
- Level / Eye Level (menghasilkan Level/Normal Shot) : Dalam pegambilan gambar, kamera ditempatkan lebih sama tinggi dengan obyek/orang (Posisi Lensa sejajar dengan mata orang). Hasil pada gambar menunjukkan orang terlihat wajar apaadanya. Makna psikologis dari orang tersebut adalah sejajar, setara, normal tidak inferior maupun superior).
- Low Angle (menghasilkan Low Angle Shot) : Dalam pegambilan gambar, kamera ditempatkan lebih rendah dari obyek/orang. Hasil pada gambar menunjukkan orang terlihat tinggi dan besarl.Makna psikologis dari orang tersebut adalah kuat, dominan, dan superior.
Spesial Camera Angle
- Aerial Shot : Pengambilan gambar dari udara, kamera ditempatkan pada pesawat udara, helikopter atau penyangga Jib.
- Canted Angle Shot/Crazy Shot: Saat pengambilan gambar, kamera miring ke kiri atau kekanan. Biasanya dipakai untuk acaramusik dengantarget audience kaum remaja.
- Bird Eye Shot :Dalam pengambilan gambar, kamera diletakkan di tempat yang tinggi seperti di tribuan atas sadion, atas gedung atau menggunanakan kamera supporting Crane atau Jib.
- Ground Shot (Disebut Juga Frog Eye Shot) :Dalam pengambilan gambar,kamera diletakkan di tanah/lantai tanpa menggunakan penyangga kamera seperti tripod.
Selamat Berkarya. Salam Pramuka
Lihat entri/topik terkait
Sumber :- Fotografi & Videografi Pramuka :Komposisi Gambar
- Fotografi & Videografi Pramuka : Teknik Pembingkaian Gambar (Framing)
- Fotografi & Videografi Pramuka : Camera Angle
- Fotografi & Videografi Pramuka : Imaginary line/crossing line/rule of 180 degre
Komposisi Gambar dalam Produksi Acara Televisi, Hanoch Tahapary, Kementrian Diknas, 2011.
Panduan Kerja Kamerawan Televisi, Anis Ilahi Wh, Kementrian Diknas, 2012
No comments:
Post a Comment